Ropo Prenat: Ketika Kampung Belajar Menjadi Kita

suasana rapat di ropo prenat, ilustrasi oleh AI Di Balai Desa, siang itu, kampung seperti sedang duduk mengelilingi dirinya sendiri. Orang-orang datang bukan hanya membawa tubuh, tetapi juga membawa pendapat, pengalaman, kepentingan, ingatan, dan mungkin juga kegelisahan yang selama ini tersimpan di dalam hati. Mereka berkumpul dalam sebuah ruang yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagaiContinueContinue reading “Ropo Prenat: Ketika Kampung Belajar Menjadi Kita”

Haot-Fatis; Oe Maputu’ ~ Ai Marara’

Ada saat dalam hidup ketika seorang anak berhenti menghitung apa yang telah diberikan oleh orang tuanya. Sebab semakin ia menghitung, semakin ia menyadari bahwa tidak ada angka yang cukup untuk membayar sebuah kehidupan. Ibu telah memberikan tubuhnya. Ayah telah memberikan tenaga dan perlindungannya. Keduanya menggendong hari-hari yang berat agar seorang anak dapat berjalan pada hari-hariContinueContinue reading “Haot-Fatis; Oe Maputu’ ~ Ai Marara’”

Fetof~Naof: Perempuan di Depan Kata, Laki-laki dalam Struktur

Fetof~Naof; gambar ilustrasi oleh ChatGPT A. Etimologi Fetof berarti saudara perempuan, sedangkan naof berarti saudara laki-laki. Keduanya merupakan istilah kekerabatan dalam bahasa Amarasi. Dalam percakapan sehari-hari, terdapat sejumlah pasangan istilah yang memperlihatkan pola menarik: dalam beberapa pasangan yang menunjuk perempuan dan laki-laki, istilah untuk perempuan disebut lebih dahulu. Beberapa contoh yang dapat diamati antara lain: aina’-ama’ ~  ibu dan bapak;ContinueContinue reading “Fetof~Naof: Perempuan di Depan Kata, Laki-laki dalam Struktur”

Pesta Fitnah dan Hati yang Remuk

ilustrasi oleh ChatGPT Ada-ada saja manusia.Ada yang menemukan kesenangan bukan karena berhasil menolong sesamanya, melainkan karena berhasil menjatuhkan seseorang dengan kata-kata. Ada yang merasa dirinya hebat ketika sebuah cerita yang belum tentu benar berhasil berlari dari mulut ke mulut. Ada pula yang, entah karena bosan, entah karena iri, entah karena ingin merasa menjadi bagian dariContinueContinue reading “Pesta Fitnah dan Hati yang Remuk”

Tangan-tangan Kasih di Tenda Kebahagiaan

Suatu pernikahan tidak pernah benar-benar menjadi urusan dua orang saja. Di dalam kebudayaan masyarakat kita, perkawinan adalah peristiwa yang mempertemukan dua pribadi, dua keluarga, dua rumpun kekerabatan, bahkan memperluas lingkaran persaudaraan. Karena itu, ketika dua insan dipersatukan dalam ikatan pernikahan, yang sesungguhnya sedang dirayakan bukan hanya cinta keduanya, melainkan juga kasih yang tumbuh di antaraContinueContinue reading “Tangan-tangan Kasih di Tenda Kebahagiaan”

Birokrasi Empati: Antara Perintah Struktural dan Kesadaran Nurani

Birokrasi Empathy: Antara Perintah Struktural dan Kesadaran Nurani Catatan awal Satu pesan disampaikan kepada para Kepala Sekolah dan Pengawas di Kabupaten Kupang melalui WhatApp Grup, bunyinya demikian: Selamat pagi Bp/Ibu Pimpinan PD terkait dgn kegiatan Donasi Kabupaten Kupang Peduli Bencana Flores, diharapkan agar dapat dipercepat hari ini dan kalau ada yang memegang uang di tanganContinueContinue reading “Birokrasi Empati: Antara Perintah Struktural dan Kesadaran Nurani”

Kampung Tak Bernama

Ia belum benar-benar tiba di kampung itu. Kakinya masih berdiri di batas yang samar: antara jalan setapak dan halaman-halaman kehidupan. Di depannya, tanah merah terbuka seperti pintu yang belum sepenuhnya dipersilakan untuk dilewati. Beberapa pohon lontar berdiri berjajar, kurus dan tinggi, seperti penjaga yang diam namun awas. Ia berhenti. Angin membawa suara. Bukan suara hewan.ContinueContinue reading “Kampung Tak Bernama”

Perjalanan tanpa Peta

sambungan kisah Arga Perjalanan Tanpa Peta Arga tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu satu hal: ia tidak bisa tinggal. Ia berjalan menjauh dari kampungnya yang telah berubah menjadi tanah lumpur dan puing. Jalan tanah, jalan batu, jalan aspal—semuanya dilalui tanpa tujuan pasti. Terminal kecil. Pelabuhan. Pasar-pasar. Kota-kota yang tidak bernama baginya. Wajah-wajahContinueContinue reading “Perjalanan tanpa Peta”

Lukisan Pagi di Desa

Pagi di desa adalah lukisan hidup yang baru dibuka. Langit yang masih malu-malu menampakkan diri, perlahan menyibakkan tirai gelap malam dengan jari-jari sinar matahari yang hangat dan lembut. Setiap tetes embun menjadi kunci rahasia yang membuka napas bumi, menghembuskan udara sejuk yang meresap ke dalam pori-pori daun dan tanah. Kicau burung adalah simfoni alam yangContinueContinue reading “Lukisan Pagi di Desa”

Musibah dan Kepedulian

Catatan ini ditulis sesaat seorang rekan guru mengirim foto sebagaimana yang ditempatkan di sini. Kiriman foto itu disertai keterangan bahwa ada dua orang siswa yang terdampak musibah kebakaran. Guru dan siswa menggalang dana sedapat-dapatnya, lalu mereka mendatangi dua siswa itu dan orang tuanya untuk menyerahkan santunan. Di bawah langit biru yang menyimpan duka, Desa ManusakContinueContinue reading “Musibah dan Kepedulian”

Design a site like this with WordPress.com
Get started