Siapa Menulis?

Guru atau Siapa yang Menulis Jika Guru Menulis atau sedang menulis, Apa yang akan ditulisnya? Jika bukan guru yang menulis atau sedang menulis Apa yang akan ditulisnya? Mari mencoba menulis. Menulis apa yang diketahui dari hasil membaca. Menulis apa yang didapatkan dari pengalaman. Menulis apa yang paling menarik dan berkesan. Menulis apa yang paling diterimaContinue reading "Siapa Menulis?"

Kesia-siaan

Kesia-siaan Duduk memandang sejauh mata suka memandang.Samudera luas tak terbendungLautan lepas tak terjangkau pandang mata ujungnyaBagaimana memeluk bila berniat? Kesia-siaan... Menelusur di antara gelombangMenelisik di celah deburan ombakMenyisir di serpihan dan pecahan riakSenyum memekarTawa membahanaDesir angin pantai mengganggu daun telingaTerik surya siang memicingkan biji dan kelopak mata. Kesia-siaan... Pantai berpasir putih hendak dirambahKaki tak dapatContinue reading "Kesia-siaan"

Sehelai Daun itupun Gugur

Pagi-pagi ini, Sepi… Akh … Tidak! Suara kokok ayam menghalau gelap gelagapan. Kicau burung di pepohonan mengusir remang hingga terang. Angin belum bersedia keluar dari sarangnya. Rupanya ia masih pulas dalam mimpinya. Agar ketika muncul, ia berkisah di telinga kaum, Bahwa ada keheningan sepagi ini, Dan kekeringan di siang nanti. Hingga debu membalut kaki menendang.Continue reading "Sehelai Daun itupun Gugur"

Sang Guru telah Uzur

Halo para Sahabat, minggu kemarin saya berada di satu tempat yang cukup terkenal di pulau Timor. Nama tempat itu Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Saya menulis empat artikel pendek. Saya unggah pagi ini di sini. Boleh bukan? Ini cerita seorang guru yang telah pensiun sejak tahun 1995. Ham Neolaka, Pensiunan Guru SD (PNS)Oma Neolaka,Continue reading "Sang Guru telah Uzur"

D U K A

DukaBila kau datangKami tak dapat menghalauBila kau tibaKami tak dapat mengusirBila kau masukKami dengan amat terpaksa menerima. DukaKau penyebab tangisKau pemantik ratapKau penyulut piluKau pentolan sedihKau jebolan susah DukaMaafkan kami yang tak sanggup menerima dirimu.Menjauhlah dari kami yang lemah tak berdayaMenyingkirlah ke tempat lain agar kami dapat keteduhan Walau demikianKami tetap punya asaKami terus berkanjangContinue reading "D U K A"

Serial Tulisan Hukum Adat (2)

'Soko-Noo', Hukum Adat Menjaga Keseimbangan Alam (2) Pengantar Kemarin saya mengetengahkan hukum perkawinan yang mungkin masih akan terus berkembang bila didiskusikan. Istilah-istilah yang digukan dalam seremoni perkawinan menurut hukum adat a-la orang Amarasi Raya hampir selalu berubah, termasuk di dalamnya perubahan bila menggunakan pendekatan maso minta, meminang. Ada istilah Ripa'-Oko' yang isinya sama dengan meminang. Sayangnya, seringkali maso minta atauContinue reading "Serial Tulisan Hukum Adat (2)"

Seri Tulisan tentang Hukum Adat

Hukum Adat a-la Atoin’ Meto’ Amarasi Raya (1) Heronimus Bani Pengantar Hari Minggu, (8/9/19), seorang mahasiswa sekolah tinggi hokum mendatangi saya untuk berdiskusi setelah semalam sebelumnya ia mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp. Kami berdiskusi tidak seberapa lama berhubung kami mengalami kebingungan tentang materi yang ia bawa sebagai tugas dari dosen yang menugaskan. Menariknya diskusi yangContinue reading "Seri Tulisan tentang Hukum Adat"

Polemik

Pengantar Kira-kira menurut pembaca, sejak kapan orang mulai berpolemik? Titik berangkat sejarah berpolemik itu terjadinya kapan, dan dimana? Mungkin ada yang dapat menjelaskannya. Saya mencoba mencari-cari mungkin ada yang disebut sejarah polemik, tapi belum menemukannya. Lalu saya mulai menyadari bahwa polemik terjadi ketika bahasa manusia saling berbeda, mereka sudah tidak lagi satu kata dan akta,Continue reading "Polemik"

Sunyi

Sunyi... Bila kau berkunjung, ... rasa hati... sunyi... sepi... hening... Sunyi... Bila kau bertandang, ... emosi jadi sumir... satir... Sunyi... Bila kau bertamu, rona berkerut, rupa berawan gelap. Sunyi... bila saja kau tak ada? Koro'oto, 4 September 2019 By : Heronimus Bani

Design a site like this with WordPress.com
Get started