Perang... Mereka bukan saja menghunus pedang, meniupkan terompet dan menabuh genderang perang, mereka telah memuntahkan peluru dan bom penghancur massal. Mereka memparadekan senjata destruktif. Mereka telah menggelar dan mementaskan kemelut dan kemelaratan. Mereka membawa nyala api kebencian dan kemurkaan. Mereka telah menutup lembaran koneksi dan sinergi. Diplomasi... Gaya bicara penuh makna. Rona dan gestur punContinue reading "Gaya Garang nan Garing"
Jujur, Saya Lupa
Empat tahun lalu sekelompok siswa dari SD Inpres Buraen Amarasi Selatan Kab Kupang dengan wajah ceria menumpang satu unit pikap. Mereka berangkat pagi-pagi menuju kantor Bupati Kupang di Oelamasi. Oelamasi itu ibukota kabupaten Kupang. Jarak tempuh dari Buraen ke Oelamasi di atas 30 km. Para siswa ditemani beberapa rekan guru dan orang tua. Mereka akanContinue reading "Jujur, Saya Lupa"
Teguh di Gempuran Pemanis Bibir
Seekor anak kucing terus mengeong sepanjang malam mengganggu kenyamanan di pembaringan. Di seberang sana seorang pengguna perlengkapan pertukangan modern memanfaatkan waktu malam untuk bekerja tanpa hirau pada tetangga yang sudah berbaring dalam istirahat malam. Kokok ayam pada pukul dua puluh satu sering menjadi mitos bahwa mereka layaknya manusia yang sedang mengigau dalam tidurnya. Anak-anak belajarContinue reading "Teguh di Gempuran Pemanis Bibir"
Semoga Normal Lagi
Senja menyapa saat angin senja menerpa ari. Kaum muda di desa kembali dari pertaruhan tugas di ladang dan kandang. Hal yang sama pada kaum paruh baya laki-laki karena merekalah yang menjadi patron pada kaum mudanya. Kaum perempuan baik yang uzur, baya dan pemudinya mirip dalam ritme fungsi sebagai bagian dari kehidupan keluarga dan komunitas diContinue reading "Semoga Normal Lagi"
Semangat Pagi Ibu
Baru saja selimut fajar disibak dan Sang Raja siang menyapa mayapada. Sekelompok kecil kaum unggas menyapa Ilahi dengan menyaringkan suaranya, dedaunan berayun-ayun tanda sukacita, dan bebungaan tersenyum ramah pada semesta. Betapa nuansa pagi diharapkan segera tiba bagai giliran jaga petugas piket hendak meninggalkan pos. Hati riang dan langkah ringan bergegas ke lokus pertaruhan hidup. SekelompokContinue reading "Semangat Pagi Ibu"
Lelah
Lengang. Rasanya jangkrik pun telah tiba di liang istirahat. Tikus-tikus masih merayap hendak menemukan nutrisi malam. Kaum unggas antara lelap dan sadar berhubung sepoi-sepoi angin memainkan rerantingan dan dahan tempat bertengger. Aku belum mendengar suara makhluk malam. Baiklah itu tidak terjadi agar mitos tidak bergejolak di ritme kehidupan. Bila saja seekor burung hantu hendak memangsa,Continue reading "Lelah"
Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?
Libur hari raya keagamaan pada 28 Februari 2022. Hujan mereda, angin pun telah teduh. Pikap pengangkut hasil pertanian dari sekitar wilayah Kabupaten Kupang tidak banyak hilir-mudik. Pemotor sebagai jasa ojek berbaris dengan rona redup. Para penjaja sirih-pinang tetap pada posisinya. Bibir mereka tetap memerah, sambil menawarkan buah pinang hijau dan sejawatnya yakni sebatang sirih. KeduanyaContinue reading "Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?"
Di Sudut Kota Tua ini
Aku duduk di sini, di sudut kota tua dalam kota Kupang. Aku memasang indra perasa menerawang asa masa lalu. Manakala truk bermuatan beban berat dari desa memasuki kota, aku dan para sahabat menjulang di atasnya. Waktu telah bergulir pergi membawa asa dalam arahnya. Rasa itu masih terus ada di alur kisah. Kisah di antara gedung-gedungContinue reading "Di Sudut Kota Tua ini"
Tulisan Asbun
Sumber: pixels
Di Tangga Emosi
Sepasang unggas berkejaran tanpa peduli ancaman kecelakaan. Pejantan tangguh merebut canda kebahagiaan ketika Sang betina merundukkan rasa rindu. Canda keduanya berhenti sejenak. Kebahagiaan dibawa pada etalase semesta. Bayu mencium pasangan kekasih itu dan meneruskan lajunya. Ia tiada Sudi melirik walau sebentar saja. Sementara semak sekitar menari dipermainkan Sang Bayu. Dedaunan beterbangan menuju area tak terkira.Continue reading "Di Tangga Emosi"
You must be logged in to post a comment.