Lelah

Lengang. Rasanya jangkrik pun telah tiba di liang istirahat. Tikus-tikus masih merayap hendak menemukan nutrisi malam. Kaum unggas antara lelap dan sadar berhubung sepoi-sepoi angin memainkan rerantingan dan dahan tempat bertengger. Aku belum mendengar suara makhluk malam. Baiklah itu tidak terjadi agar mitos tidak bergejolak di ritme kehidupan. Bila saja seekor burung hantu hendak memangsa,Continue reading "Lelah"

Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?

Libur hari raya keagamaan pada 28 Februari 2022. Hujan mereda, angin pun telah teduh. Pikap pengangkut hasil pertanian dari sekitar wilayah Kabupaten Kupang tidak banyak hilir-mudik. Pemotor sebagai jasa ojek berbaris dengan rona redup. Para penjaja sirih-pinang tetap pada posisinya. Bibir mereka tetap memerah, sambil menawarkan buah pinang hijau dan sejawatnya yakni sebatang sirih. KeduanyaContinue reading "Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?"

Di Tangga Emosi

Sepasang unggas berkejaran tanpa peduli ancaman kecelakaan. Pejantan tangguh merebut canda kebahagiaan ketika Sang betina merundukkan rasa rindu. Canda keduanya berhenti sejenak. Kebahagiaan dibawa pada etalase semesta. Bayu mencium pasangan kekasih itu dan meneruskan lajunya. Ia tiada Sudi melirik walau sebentar saja. Sementara semak sekitar menari dipermainkan Sang Bayu. Dedaunan beterbangan menuju area tak terkira.Continue reading "Di Tangga Emosi"

Girang Merana

Suara itu sementara bersabda. "Dengarlah hai umat-Ku. Jadilah umat yang membawa sukacita dan kegirangan pada dunia!" Sabda itu diperdengarkan amat merdu ditingkahi redupnya rasa ketika dibungkus selaput kecemasan. Hujan diselingi angin. Angin menggelora bagai sedang menunjukkan emosi jiwanya. Pepohonan semak hingga rerumputan patuh pada perintahnya. Mereka meliuk-liukkan tubuh. Ada di antaranya yang merasa perlu berjungkirContinue reading "Girang Merana"

Pagi yang Murung

Fajar pagi telah menghalau gulita malam. Ia tidak peduli pada pelukan eratnya. Gulita malam pun beranjak sambil meninggalkan selaput kedinginan. Bayu menggoda ari. Buku kuduk berdiri tak terhitung jumlahnya. Pori merapatkan bibir menghindari kecemasan. Fajar tersenyum di ufuk. Makin lebar senyumnya walau terhalang Mega bertimpukan dimana bayu pun hanya mampu menyapa tanpa menyapu. Semuanya berlangsungContinue reading "Pagi yang Murung"

Butiran Rasa

Butiran yang tiada terhitung jumlahnya terus mengguyur permukaan bumiBagai tak sudi memberi ruang dan peluang agar makhluk beriak Sahabat karibnya terus menunjukkan wajah gelapMenutupi bintang gemintang yang sebentar lagi muncul. Siapa di antara kita yang akan mengusik dan mengusir mereka?Malak dan makhluk bersatu padu tak kuasa padanyaIlmu penolak bala pun tak berkutik dibuatnyaPawang bertopeng kemurkaanContinue reading "Butiran Rasa"

Kupu, Ayam dan Jangkrik

Sumber Gambar: Istimewa dari Ruang Publik Tiada kupu-kupu yang menyaringkan suaranya manakala ia berhasil keluar dari bungkusan kepompong yang kasar jasadnya, namun keindahan dirinya dikagumi manakala ia terbang meliuk di bebungaan. Seekor ayam betina bertelur sebutir di sarangnya lalu mengepakkan sayapnya, terbang turun ke sekeliling sambil menggemakan suaranya. Saat itu pejantan tangguh pun ikut terperangahContinue reading "Kupu, Ayam dan Jangkrik"

Paket di tangan Perusahaan Jasa Pengiriman

Senang sekali ketika mendapat kabar dari sahabat Pegiat Literasi, Motivator Guru Penulis, Blogger, dan seabrek sebutan lainnya pada sahabat kami yang satu ini. Ia seorang guru yang telah memasuki masa purna tugas, tetapi masih bersemangat dalam menunaikan tugas atau fungsi lainnya, memotivasi guru untuk menulis. Ia masih dipercaya memimpin satu unit Sekolah Menengah Kejuruan diContinue reading "Paket di tangan Perusahaan Jasa Pengiriman"

Design a site like this with WordPress.com
Get started