Senja kembali menyapa. Kabut di lereng Sismeni menyapu hingga kampung kecilku. Saat kabut tiba kaum dalam komunitas tiada bergeming berhubung sudah terbiasa, tapi bayi-bayi mesti dihangatkan dengan pelukan kasih sayang mamanda masing-masing. Kehangatan sedang dikejar. Ia tidak lari menjauh berhubung ia terkurung di perapian segitiga batu. Di sela berjarak itu dahan dan ranting kering masukContinueContinue reading “Senja Berkelamin”