Indahkah Hari Ini? Katanya hari ini, Hari baru, katanya juga tahun baru.Kalau begitu, apakah ada yang mesti kita buat jadi lebih baru? Wao… Menuju sesuatu yang baruMungkin perlu berseragam baruAtau lengkap dengan sepatu bersemir kilap baruLantaran akan menghampiri pejabat baru? Tidak!Sebaiknya yang perlu pembaharuanYang bukan sekedar pembaharuanTapi mengantar pada suasana yang lebih baharusehingga wajah danContinueContinue reading “Indahkah Hari Ini?”
Category Archives: Uncategorized
Menahan dan Melepas Waktu
Menahan dan Melepas Waktu Waktu, Kau menyapa kamiWaktu, Kau menyalami kami.Waktu, Kau melambai pada kamiWaktu, Kau tersenyum ramah pada kaum dan massaWaktu, Kau menebar kesempatan dan peluang. Waktu, makhluk berakhlak menghitung dan memperhitungkan dirimu.Waktu, makhluk berakhlak menempatkan dirimu dalam satuan-satuan.Waktu, makhluk berakhlak mengumbar janji untuk masa depan.Waktu, makhluk berakhlak mengingkari janji ketika tiba pada satuanContinueContinue reading “Menahan dan Melepas Waktu”
Sendunya Gesturmu, Mama!
Sendunya Gesturmu, Mama!Mama, Membayangkan dirimu ragam kenangan terpatri jelas. Hendak kutengok jejak, semestinya dapat kutelisik. Hendak kuajak bercerita, sayangkan bagaimana mungkin? Hingga berlarut pun aku hanya dapat memandang gesturmu.Mama, Kenangan penuh dalam genangan masa. Sesamamu menamaimu si ceriwis manis. Sesamamu dongkol berjongkok mendekatkan rasa. Hingga dapat mengayunkan jemari trampil.Mama, Hari kesukaan para ibu tiba, AkuContinueContinue reading “Sendunya Gesturmu, Mama!”
Senja di Koro’oto
Senja di Koro’oto Matahari telah condong rasa meninggalkan kampungku.Saat itu seekor burung nuri bertengger di ketinggian kasuari yang tumbuh di halaman gedung gereja.Seorang anak mengendap hendak menyemmprit si nuri.Sementara yang lain bergembira dalam kidung-kidung natal di senja itu. Gadis-gadis desa mengambil tempat air bersihsambil tersenyum mereka mengayun langkah menuju sumur berisi air seadanya.Sementara para pemudaContinueContinue reading “Senja di Koro’oto”
Hendak Menggapai Masa Depan
(sambungan) Rindu dan teman-temannya menampilkan tarian hasil kreasi mereka. Mereka dibimbing oleh seorang Koreogrfer handal. Setiap penari seakan membawakan satu peran berbeda dari penari lainnya. Candu dan teman-teman yang mendapatkan undangan duduk di sana menyaksikan bertunjukan itu. Gerakan-gerakan tari nampak indah. Ada tiga sesi dalam gerakan tari itu. Sesi yang menceirtakan bagaimana ASN di satuContinueContinue reading “Hendak Menggapai Masa Depan”
Sang Buruk dalam Kemasan Apik
Pagi ini Rindu memanggil Candu bertemu dalam suatu acara. Rindu sungguh-sungguh ingin bertemu dengan Candu dalam satu acara pentas tari kreasi baru. Rindu berharap Candu dapat mengabaikan kesibukan agar dapat menghadiri acara dimaksud. Candu menyanggupinya. Rindu berpuas diri. Ia mengabarkannya pada teman-temannya bahwa Candu akan tiba. Rindu dan teman-temannya sibuk menyiapkan diri dengan tarian kreasiContinueContinue reading “Sang Buruk dalam Kemasan Apik”
Terlupakan dalam Urusan Pernikahan
Terlupakan dalam Urusan Pernikahan Aih… ada apa ini? Saya sudah menulis sebelumnya tentang nikah massal nikah miskin, sisi positif dan (mungkin sedikit) sisi negatifnya. Beberapa orang telah membaca, ada yang menyukai dan terlebih lagi telah memberikan komentar dan diskusi mengenai hal itu. Saya teringat akan satu hal yang biasanya terjadi dalam urusan pernikahan/perkawinan, yaitu, PanitiaContinueContinue reading “Terlupakan dalam Urusan Pernikahan”
Status Guru Melayang Siapa yang Perlu Disudutkan?
Status Guru melayang Siapa yang perlu Disudutkan Banyak guru mengeluh ketika namanya tidak lagi muncul dalam Surat Keputusan penetapan Guru Kontrak Daerah. Pertemuan demi pertemuan dengan pejabat yang menandatangani Surat Keputusan ini melahirkan Revisi keputusan. Ketika revisi terjadi, jumlah orang bertambah, sementara nama dari mereka yang tidak disebutkan sebelumnya makin tidak jelas, alias telah melayangContinueContinue reading “Status Guru Melayang Siapa yang Perlu Disudutkan?”
Arkeen
Judul di atas saya tulis dalam bahasa Amarasi. Dua fonem /ee/ dibaca secara satu bunyi. Kata ini dalam Bahasa Indonesia, adopsi. Apa maksudnya menulis judul ini di sini? Saya hendak menjawab satu pertanyaan via aplikasi WhatsApp dari seorang pembaca. Bagaimana tata hukum adat di kalangan Pah Amarasi ketika orang mengadopsi anak? Saya berjanji memberikan jawabannyaContinueContinue reading “Arkeen”
Air dan Bahan Bakar Minyak
Jika orang bertanya, “Anda mau minum?” Jawabannya, bergantung situasi. Minum apa? Atau jenisnya apa? Kopi, teh, susu, kopi susu, dan berbagai jenis minuman panas, hangat, atau dingin. Semua jenis dan kondisi minuman itu berbahan dasar, air. Itulah sebabnya, judul ini saya tempatkan air. Tapi, mengapa air? Dalam beberapa waktu ini santer diberitakan media tentang kekeringanContinueContinue reading “Air dan Bahan Bakar Minyak”