Ia belum benar-benar tiba di kampung itu. Kakinya masih berdiri di batas yang samar: antara jalan setapak dan halaman-halaman kehidupan. Di depannya, tanah merah terbuka seperti pintu yang belum sepenuhnya dipersilakan untuk dilewati. Beberapa pohon lontar berdiri berjajar, kurus dan tinggi, seperti penjaga yang diam namun awas. Ia berhenti. Angin membawa suara. Bukan suara hewan.ContinueContinue reading “Kampung Tak Bernama”
Category Archives: Uncategorized
Perjalanan tanpa Peta
sambungan kisah Arga Perjalanan Tanpa Peta Arga tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu satu hal: ia tidak bisa tinggal. Ia berjalan menjauh dari kampungnya yang telah berubah menjadi tanah lumpur dan puing. Jalan tanah, jalan batu, jalan aspal—semuanya dilalui tanpa tujuan pasti. Terminal kecil. Pelabuhan. Pasar-pasar. Kota-kota yang tidak bernama baginya. Wajah-wajahContinueContinue reading “Perjalanan tanpa Peta”
Lukisan Pagi di Desa
Pagi di desa adalah lukisan hidup yang baru dibuka. Langit yang masih malu-malu menampakkan diri, perlahan menyibakkan tirai gelap malam dengan jari-jari sinar matahari yang hangat dan lembut. Setiap tetes embun menjadi kunci rahasia yang membuka napas bumi, menghembuskan udara sejuk yang meresap ke dalam pori-pori daun dan tanah. Kicau burung adalah simfoni alam yangContinueContinue reading “Lukisan Pagi di Desa”
Musibah dan Kepedulian
Catatan ini ditulis sesaat seorang rekan guru mengirim foto sebagaimana yang ditempatkan di sini. Kiriman foto itu disertai keterangan bahwa ada dua orang siswa yang terdampak musibah kebakaran. Guru dan siswa menggalang dana sedapat-dapatnya, lalu mereka mendatangi dua siswa itu dan orang tuanya untuk menyerahkan santunan. Di bawah langit biru yang menyimpan duka, Desa ManusakContinueContinue reading “Musibah dan Kepedulian”
Senja di Tanjung Kupang
Foto: Ansel Bani Lelaki itu berdiri di tepian tanjung, memandang jauh ke arah perbukitan yang menjura bagai tangan raksasa. Ia membelakangi tanjung sebagai muara dari aliran sungai yang dikenal dengan sebutan Talmanu’ (Tarmanu/Termanu). Pesisir yang mengarah ke arah Barat dari Amfoang Barat Laut, Amfoang Barat Daya, Fatule’u Barat dan Sulamu, Semua tempat yang disebutkan ituContinueContinue reading “Senja di Tanjung Kupang”
Pasrah sebagai Ruang Hampa untuk Elit
Ilustrasi: Chatgpt Di negeri ini, kata “pasrah” kerap dijual sebagai kebajikan. Ia dibungkus rapi dengan idiom religius—“ikhlas menerima takdir”, “bersyukur meski sederhana”, atau “percaya pada rencana yang lebih besar”. Namun, dalam realitas politik Indonesia, pasrah lebih sering tampil sebagai ruang kosong: sebuah panggung sunyi yang dibiarkan terbuka, tempat para elit memainkan lakon eksploitatifnya. Bayangkan sebuahContinueContinue reading “Pasrah sebagai Ruang Hampa untuk Elit”
Menyapa Tahun 2023
Semenjak akhir Oktober 2022 blog ini sepi. Hari ini memasuki hari kedua Januari 2023, saya kembali mengisinya. Mungkin tidak setiap hari, tetapi saya merasa sangat beruntung akan mengisi blog ini. Menulis sudah bagai satu kebutuhan untuk menyalurkan olah pikir dan rasa. Pada awal tahun 2023 saya menyapa dengan catatan awal tentang cuaca yang oleh BMKGContinueContinue reading “Menyapa Tahun 2023”
Buku dan Anakan Pinang
Tanda Kenangan dengan Buku dan Anakan Pinang Pengantar Dalam beberapa tahun terakhir ini rasanya dunia literasi, khususnya menulis di blog dan berbagai media sosial telah amat sangat marak. Di antara para Blogger tentulah ada manfaat yang dipetiknya, demikian pula pemanfaatan aplikasi media sosial. Literasi yang demikian telah “menaikkan” pamor para pemakainya, entah sekadar suka untukContinueContinue reading “Buku dan Anakan Pinang”
Beda Nuansa ketika di Nunkolo
Ketika saya sedang berada di Nunkolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT dalam tugas lokakarya mini Bahasa Amanatun, https://infontt.com/2022/amanatun-sadar-bahasa-daerah/seorang rekan guru mengirim foto dari seorang rekan guru yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas. Kami para guru di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang berduka atas meninggalnya rekan guru ini. Saya sebagai salah satu pengurus PGRI di kecamatanContinueContinue reading “Beda Nuansa ketika di Nunkolo”
Merdeka Kita
Merdekaku,Merdekamu,Merdeka kita.Bebasku,Bebasmu,Bebas kita. Jika kita sudah merdeka,Jik kita sudah bebas,Jika kita sudah jauh dari terjajahAdakah nuansa penjajahan baru? Negara dan bangsa iniNegara Kesatuan Republik IndonesiaBerjalan makin jauhBerenang tak lengahBerpacu makin kuat. Pemiskinan,Pembodohan,Ketidakberdayaan,Ketimpangan,Keserakahan,Varian penyakit sosiallemah karakter bangsamenjadi kaum penjajah barudi zaman merdeka ini. Mari…Merdekakan bangsa ini,Bebaskan negara ininaikkan bendera martabatkibarkan karakter bangsanasionalisme, patriotisme, heroisme. Junjung danContinueContinue reading “Merdeka Kita”