Bingkisan istimewa dalam gambar ini, dihantarkan ke tangan orang tua (ibunda/ayahanda) dari gadis yang dipinang. Kata dan frasa yang mengantarkannya demikian: Keringat telah teralirkan, mengeringkannya dengan seka, Kelelahan telah teruraikan, merangkulnya dengan nutrisi bergizi Jasa telah tersalurkan, bagaimana melunasinya? Kami keluarga besar Bani – Nafie dan rumpun keluarga penyangga dari Ropo ma Umi Nii Baki-Koro’otoContinueContinue reading “Bingkisan Istimewa”
Author Archives: Heronimus Bani
Sang Embun
Sumber: https://jogja.tribunnews.com/
Menyapa Tahun 2023
Semenjak akhir Oktober 2022 blog ini sepi. Hari ini memasuki hari kedua Januari 2023, saya kembali mengisinya. Mungkin tidak setiap hari, tetapi saya merasa sangat beruntung akan mengisi blog ini. Menulis sudah bagai satu kebutuhan untuk menyalurkan olah pikir dan rasa. Pada awal tahun 2023 saya menyapa dengan catatan awal tentang cuaca yang oleh BMKGContinueContinue reading “Menyapa Tahun 2023”
Buku dan Anakan Pinang
Tanda Kenangan dengan Buku dan Anakan Pinang Pengantar Dalam beberapa tahun terakhir ini rasanya dunia literasi, khususnya menulis di blog dan berbagai media sosial telah amat sangat marak. Di antara para Blogger tentulah ada manfaat yang dipetiknya, demikian pula pemanfaatan aplikasi media sosial. Literasi yang demikian telah “menaikkan” pamor para pemakainya, entah sekadar suka untukContinueContinue reading “Buku dan Anakan Pinang”
Gladi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Sekolah Dasar, suatu Pendekatan Empiris
Pengantar Dalam 2 tahun terakhir ini, Asesmen Nasional Berbasis Komputer telah dilaksanakan pada semua jenjang sekolah (SD, SMP, SMA/K sederajat). Pelaksanaannya berdasarkan ketentuan Peraturan yang berlaku, khususnya Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor: 013/H/PG.00/2022 tanggal 24 Maret 2022 yang mengatur Petunjuk Teknis atau Prosedur Operasional Standar (POS) Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis KomputerContinueContinue reading “Gladi Asesmen Nasional Berbasis Komputer Sekolah Dasar, suatu Pendekatan Empiris”
Inspirasi dengan Buku
Sepasang kekasih berprofesi sebagai guru, alangkah bahagianya mereka. Keduanya bersepakat menjalani hidup bersama bukan lagi sebagai kekasih belaka, tetapi lebih daripada itu yakni pasangan suami-istri baru. Para guru sebagai sahabat dan rekan kerja mengapresiasi kesepakatan keduanya. Motivasi pada mereka agar sampai di titik berangkat baru yakni pernikahan dalam segala aspek normanya. Norma agama, hukum adatContinueContinue reading “Inspirasi dengan Buku”
Labil di antara suka dan duka
Pagi hari tiba, angin sepoi menyentuh wajah, memberi nuansa segar. Burung berkicau, ayam berkokok, semuanya memuji Tuhan. Aku menadahkan tangan pada Khalik Ilahi. Pujisn pada Tuhan memekarkan rasa hati, namun berubah dalam sekejab manakala kabar baru tiba. Seseorang di antara kami pergi untuk selamanya. Selamanya. Aku siapkan diri menata rasa antara suka dan duka. SukacitaContinueContinue reading “Labil di antara suka dan duka”
Bila Bertanya pada Bulan
Bila bertanya pada bulan, adakah musim sedang berganti? Adakah angin berubah arah? Mengapa mendung makin menggelap?Mungkinkah hujan mendadak turun tanpa gejala awal? Lalu … aku duduk di sini, di sudut kampung ini, menanti Sang Bulan memberi jawab. Entahlah akan ada kepastian atau kemungkinan, atau alasan pengalihan fokus. Sang Bulan… Kau keliru, kau lupa pada sikapContinueContinue reading “Bila Bertanya pada Bulan”
Bola Bundar ini
Bola bundar ini, bergulir, menggelinding, melambung, melesat. Disepaki, ditendangi, digelindingkan, diperebutkan, disoraki, diteriaki, dipuji, digemari, digemasi, dimaki, diolok, Gol… gol… gol… gawang bergetar rumput hijau bergoyang stadion bergemuruh gembira dan gempita Sportif… ketenaran dan kemegahan popularitas dan pemuliaan Tiba di ubun-ubun karakter ? jiwa sportifitas? ?? ?? Malang sudah tragedi tiba tangis merebak pejabat gemasContinueContinue reading “Bola Bundar ini”
Dalam nada Getir ini
Aku hendsk melewati malam yang disediakan Sang Khalik semesta dengan merebahkan raga. Saat itu desis alat komunikasiku terdengar. Lalu, kubangunkan raga dan menyalakan pelita tubuhku agar teranglah baris-baris kabar tertulis dan terurai. Baris-baris aksara itu bercerita sambil melepas air mata. Aku tertegun sejenak, selanjutnya larut dalam rasa duka yang dialami sahabat rasa saudara kandung. KamiContinueContinue reading “Dalam nada Getir ini”