Entah Apa Itu

Entah sulit atau mudah, entah rumit, ribet atau sederhana, entah bingung atau tegang, entah cemas atau gemas, entah berpikir atau berzikir, entah takut atau kalut, entah bangga atau bimbang, entah berani atau berahi, entah sudah dipalu atau akan dipaku, entah dan terus entah ... . Kertas-kertas bertulisan dibacakan. Kritik-kritik berurutan diujarkan. Hoax berbulus dihujatkan. RuangContinue reading "Entah Apa Itu"

Tiki-Taka

Kemarin dan kemarinnya lagi, kaum elit nan intelek ramai sibuk mengolah kata bagai satu tim kesebelasan menata Tiki-Taka menjebol gawang lawan. Titik-titik Tiki-Taka ramai di bibir dan langit-langit kebanggaan dan kemunafikan. Antara nilai keilmuan saitist dan kode etik berpengharapan, entah dimana letak kesetimbangan. Antara disertasi dan disemai aplikasi bernas, manakah yang lebih berpahala. Antara manfaatContinue reading "Tiki-Taka"

Seroja Berulang Tahun

Kemarin (4/4/22) pada aplikasi WhatsApp Group keluarga kami, Umi Nii Baki, diedarkan satu video yang menampilkan dampak dari daya gedor Badai Seroja, April 2021. Pagi ini seorang rekan guru mengirim tiga helai foto dengan permintaan agar dibuatkan narasi. Saya sampaikan padanya bahwa ada inspirasi menulis puisi. Jadilah puisi seperti ini. Sang Kelam Berkalam Syahdu BilaContinue reading "Seroja Berulang Tahun"

Pada titik rasa ngilu

Tidak mudah melewati hari-hari yang datang setiap minggunya. Tujuh hari selalu diawali hari pertama dan diakhiri hari ketujuh. Selalu dimulai dari Ahad ditutup Alsabat. Selalu ada warna yang ceria nan cerah hingga kabut nan kabur. Sepekan terakhir ada warna kelabu menyelimuti dan membungkus raga, ada kabut menggerayang rasa mengantarkan ketiadaan bara di sana. Dingin. MencobaContinue reading "Pada titik rasa ngilu"

Aa’asramat berbahasa Inggris?

Seorang sahabat menelepon untuk suatu diskusi di tengah kesibukannya sebagai pejabat daerah di Kabupaten Kupang. Saya senang sekali bisa berdiskusi via telepon dengan sahabat yang satu ini yang mengabaikan jabatannya dan mau "turun" mendekati kaum pinggiran seperti saya. Ia mengkritisi secara konstruktif apa yang sudah saya lakukan selama ini yakni menulis puisi, membacanya dan menempatkanContinue reading "Aa’asramat berbahasa Inggris?"

Berbaring

Sekejab saja bagai sekali kedip mata raga ini telah rontok. Ketinggian kurang dari 2 meter saja tapi berat tubuh yang tidak mencapai 60 kg menjadi pemberat yang mempercepat jatuhnya. Braaaak... . Sekedip mata . Aku merayap mencari pertolongan. Kupanggil mereka yang terdekat untuk menolongku. Pertolongan tiba. Aku dipapah. Luka di kepala mengalirkan darah. Memar diContinue reading "Berbaring"

Rinai Pemulihan

Kata-kata saja tidak cukup untuk pemulihan manakala air mata menggenang, mengalir hingga kering. Untaian ujar bertuah pun bagai polesan bibir belaka manakala suara di tenggorokan sudah serak terhalang. Akta Ilahi menyejukkan hati dan memulihkan rasa duka berpedih terselip di antara kata dan ujar bernas dari bibir-bibir kerabat dan sahabat. Kata bermakhota penenang gejolak yang dilantunkanContinue reading "Rinai Pemulihan"

Hening Dinihari

Gubuk kecil di lereng bukit itu hening. Wajah-wajah layu hendak menitikkan air mata akhirnya meledak pula suara dari bibir-bibir bergetar memecah hening dinihari. Sang ibu pergi untuk selama-lamanya. Anak-anak mengitari jasadnya, ditangisi dan diratapi. Kapankah akan bersua dengannya lagi? Dalam hal daur hidup, kematian itu suatu kepastian, kelahiran itu suatu keniscayaan. Kehidupan dengan segala trik-intrik,Continue reading "Hening Dinihari"

Akta Kata

Berjubel kata di hari-hari berlalu, hingga bagai sesak di benak dan otak pengolah data. Mereka menabrak sel-sel penerima hingga terbersit rasa walau harus ada dalam sistem penataan pada penyimpanan yang fail kesan. Ketika dimunculkan akan tersusun kata baru bermakna tunggal atau ganda. Dapatkah hari ini semangat berkata menuju akta baru? Koro'oto Pah Amarasi, 29 MaretContinue reading "Akta Kata"

Irama Fajar

Aku bukanlah biduan pengantar sukma bergema. Aku hanyalah penikmat irama dan nada fajar manakala seorang biduanita atau biduan melantunkannya. Aku meneduhkan diri di hadapan Ilahi bersyukur pada-Nya ketika irama fajar mendayu-dayu mengelus rasa dan membelai raga. Sungguh ketenangan dan kedamaian di hadirat Sang Khalik. Selamat pagi Sahabat. Koro'oto Pah Amarasi, 28 Maret 2022 herobani68@gmail.com

Design a site like this with WordPress.com
Get started