Perjalanan tanpa Peta

sambungan kisah Arga Perjalanan Tanpa Peta Arga tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu satu hal: ia tidak bisa tinggal. Ia berjalan menjauh dari kampungnya yang telah berubah menjadi tanah lumpur dan puing. Jalan tanah, jalan batu, jalan aspal—semuanya dilalui tanpa tujuan pasti. Terminal kecil. Pelabuhan. Pasar-pasar. Kota-kota yang tidak bernama baginya. Wajah-wajahContinueContinue reading “Perjalanan tanpa Peta”

Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor

Pukul sepuluh pagi, dan aroma ayam bumbu penyedap rasa makanan sudah menjelajah seisi lingkungan SD Negeri Marjinal. Aroma itu menyusup melalui celah-celah jendela, melintas pula untuk tersimpan pada dinding yang retak, dan menghias bau apek dari plafon yang selalu merembes setiap kali hujan turun. Di depan kelas, Pak Damar sedang menjelaskan hukum kekekalan energi. KapurContinueContinue reading “Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor”

Design a site like this with WordPress.com
Get started