Senja ini Bercerita

Beberapa ekor anjing berkejaran di halaman rumah. Bukan saja berkejaran namun juga saling menggigit dalam nuansa bergurau. Walau bergurau, namun kelihatan seekor di antaranya merasakan sakit yang luar biasa. Anak-anak bermain dengan gembira manakala cuaca hari ini sangat cerah. Kegembiraan itu ditunjukkan anak-anak dengan berlari, berkejaran, bermain petak-umpet dan lainnya. Kegembiraan itu diselingi tangis beberapaContinueContinue reading “Senja ini Bercerita”

Evakuasi

“Selamat datang di tanah air. Selamat berkumpul bersama keluarga.” Demikian akhir pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Evakuasi. Perang. Konflik. Diplomasi. Buka-tutup pintu masuk-keluar. Pemeriksaan dokumen keimigrasian. Peran individu dan institusi negara dalam negeri, luar negeri. Warga negara selamat, tujuan evakuasi. Evakuasi. Banjir melanda kota. Warga kota terseret banjir. Pemukiman tergenang. Kerugian material, butuhContinueContinue reading “Evakuasi”

Gaya Garang nan Garing

Perang… Mereka bukan saja menghunus pedang, meniupkan terompet dan menabuh genderang perang, mereka telah memuntahkan peluru dan bom penghancur massal. Mereka memparadekan senjata destruktif. Mereka telah menggelar dan mementaskan kemelut dan kemelaratan. Mereka membawa nyala api kebencian dan kemurkaan. Mereka telah menutup lembaran koneksi dan sinergi. Diplomasi… Gaya bicara penuh makna. Rona dan gestur punContinueContinue reading “Gaya Garang nan Garing”

Jujur, Saya Lupa

Empat tahun lalu sekelompok siswa dari SD Inpres Buraen Amarasi Selatan Kab Kupang dengan wajah ceria menumpang satu unit pikap. Mereka berangkat pagi-pagi menuju kantor Bupati Kupang di Oelamasi. Oelamasi itu ibukota kabupaten Kupang. Jarak tempuh dari Buraen ke Oelamasi di atas 30 km. Para siswa ditemani beberapa rekan guru dan orang tua. Mereka akanContinueContinue reading “Jujur, Saya Lupa”

Teguh di Gempuran Pemanis Bibir

Seekor anak kucing terus mengeong sepanjang malam mengganggu kenyamanan di pembaringan. Di seberang sana seorang pengguna perlengkapan pertukangan modern memanfaatkan waktu malam untuk bekerja tanpa hirau pada tetangga yang sudah berbaring dalam istirahat malam. Kokok ayam pada pukul dua puluh satu sering menjadi mitos bahwa mereka layaknya manusia yang sedang mengigau dalam tidurnya. Anak-anak belajarContinueContinue reading “Teguh di Gempuran Pemanis Bibir”

Semoga Normal Lagi

Senja menyapa saat angin senja menerpa ari. Kaum muda di desa kembali dari pertaruhan tugas di ladang dan kandang. Hal yang sama pada kaum paruh baya laki-laki karena merekalah yang menjadi patron pada kaum mudanya. Kaum perempuan baik yang uzur, baya dan pemudinya mirip dalam ritme fungsi sebagai bagian dari kehidupan keluarga dan komunitas diContinueContinue reading “Semoga Normal Lagi”

Semangat Pagi Ibu

Baru saja selimut fajar disibak dan Sang Raja siang menyapa mayapada. Sekelompok kecil kaum unggas menyapa Ilahi dengan menyaringkan suaranya, dedaunan berayun-ayun tanda sukacita, dan bebungaan tersenyum ramah pada semesta. Betapa nuansa pagi diharapkan segera tiba bagai giliran jaga petugas piket hendak meninggalkan pos. Hati riang dan langkah ringan bergegas ke lokus pertaruhan hidup. SekelompokContinueContinue reading “Semangat Pagi Ibu”

Design a site like this with WordPress.com
Get started