selamat tidur Bawalah ragamu dalam rasa berkesan. Biarkan ia menerawang di mega keindahan. Tersenyumlah manakala ia bersua keramahan,kemurahan dan kedamaian saat mimpi menggoda impian … Tidurlah…
Monthly Archives: February 2020
Pagimu Pagiku Pagi Kita
Selamat pagi,Bukankah hari baru selalu diawali fajar pagi?Bukankah fajar selalu tersibak ketika pagi?Bukankah makhluk bergetar dada di kala pagi?Bukankah susuran dan sisiran waktu berawal pagi? Akh… Pagiku ini di sini,danPagimu ini di sana. Pagi kita bersama,Pagi bersua nada semilir bayuPagi keberkahan riang di kerindanganberkaryalah di pagi ini dan hari ini Kutegakkan prasastikuKau kokohkan prasasti danContinueContinue reading “Pagimu Pagiku Pagi Kita”
Akh…Bingung
Di lubang telinga ini,Suara dan bebunyian tiba.Saat onggokan daging bersel dan bertulangmasih nikmat di papan datar petiduran.Bukan saja suara ayam berkokok,Burung-burung sudah biasaMenghias nuansa pagi. Si raja siang nampak malu-maluKetika akan keluar dari peraduannya.Si mega bagai menutup wajah sang rajaMurung ia sepagi ini, ketika ia hendak naik singgasananya. Tetumbuhan tersenyum manisLambaian dedaunan menari berlenggakSedikit tanamanContinueContinue reading “Akh…Bingung”
Mereka dalam Nada malam
Wok… wok… wok…berulang lagiwok…wok… wok…berulang lagi, dan lagiTiada ada yang dapat menegurSaling sapa menggelegarSaling sambung merantai untai Seseorang berkata,”Baiklah kita melempari mereka!”Ia melakukannya. “Braaak… braaak!”Nada-nada bersahutan itu terhenti.Menit berlalu… tidak lebih lama…Wok… wok… wok…berulang lagi, wok… wok… wok…dan tiada dapat ditahan Menutup pintu dan jendela rumahMenutup pintu pendengaran berperasaanSiapa dapat menahan nada malam dari makhlukContinueContinue reading “Mereka dalam Nada malam”
Setetes itu …
Setetes itu… Air bening..Embun tenang.Air hujan kerianganAir liur plung,Keringat rindu keemasanAir susu ibu.Air getah kuning.Minyak panas Kini… pada rasa ini ada setetes… kemanjaan,kemesraan,KetulusuanKesejukan.Kebaikan,air kehidupan. Dia dinantikan kaum dan makhluk
Senyuman Langit
Semalam aku tengadah ke langit tinggi.kutatapi dan hendak kuratapi.Hati ini teriris-iris manakala mega berkejaran,Dan bintang-bintang terang benderang.Seekor burung malam melintas di sana.Melengkingkan suaranya tanpa kepak sayap.Tak menabrak atau menubruk.Ia terus melesat ke arah tujuan tak meleset.Dan langit hanya menebar gesturnya.Ia tersenyum di ketinggian sana. Sepagi ini aku tengadah lagi ke langit.Ia masih berada di ketinggianContinueContinue reading “Senyuman Langit”