DukaBila kau datangKami tak dapat menghalauBila kau tibaKami tak dapat mengusirBila kau masukKami dengan amat terpaksa menerima. DukaKau penyebab tangisKau pemantik ratapKau penyulut piluKau pentolan sedihKau jebolan susah DukaMaafkan kami yang tak sanggup menerima dirimu.Menjauhlah dari kami yang lemah tak berdayaMenyingkirlah ke tempat lain agar kami dapat keteduhan Walau demikianKami tetap punya asaKami terus berkanjangContinue reading "D U K A"
Serial Tulisan Hukum Adat (2)
'Soko-Noo', Hukum Adat Menjaga Keseimbangan Alam (2) Pengantar Kemarin saya mengetengahkan hukum perkawinan yang mungkin masih akan terus berkembang bila didiskusikan. Istilah-istilah yang digukan dalam seremoni perkawinan menurut hukum adat a-la orang Amarasi Raya hampir selalu berubah, termasuk di dalamnya perubahan bila menggunakan pendekatan maso minta, meminang. Ada istilah Ripa'-Oko' yang isinya sama dengan meminang. Sayangnya, seringkali maso minta atauContinue reading "Serial Tulisan Hukum Adat (2)"
Seri Tulisan tentang Hukum Adat
Hukum Adat a-la Atoin’ Meto’ Amarasi Raya (1) Heronimus Bani Pengantar Hari Minggu, (8/9/19), seorang mahasiswa sekolah tinggi hokum mendatangi saya untuk berdiskusi setelah semalam sebelumnya ia mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp. Kami berdiskusi tidak seberapa lama berhubung kami mengalami kebingungan tentang materi yang ia bawa sebagai tugas dari dosen yang menugaskan. Menariknya diskusi yangContinue reading "Seri Tulisan tentang Hukum Adat"
Polemik
Pengantar Kira-kira menurut pembaca, sejak kapan orang mulai berpolemik? Titik berangkat sejarah berpolemik itu terjadinya kapan, dan dimana? Mungkin ada yang dapat menjelaskannya. Saya mencoba mencari-cari mungkin ada yang disebut sejarah polemik, tapi belum menemukannya. Lalu saya mulai menyadari bahwa polemik terjadi ketika bahasa manusia saling berbeda, mereka sudah tidak lagi satu kata dan akta,Continue reading "Polemik"
Sunyi
Sunyi... Bila kau berkunjung, ... rasa hati... sunyi... sepi... hening... Sunyi... Bila kau bertandang, ... emosi jadi sumir... satir... Sunyi... Bila kau bertamu, rona berkerut, rupa berawan gelap. Sunyi... bila saja kau tak ada? Koro'oto, 4 September 2019 By : Heronimus Bani
Mereka, They Are
Mereka, They Are Mereka berurut dan berturutan Mereka duduk bertutur tuturan Seorang demi seorang lalu dirunut hingga lahir dalam runtutan. Mereka kagum pada nilai bersama Mereka kokoh pada satu persamaan Mereka teguh pada dalil masa mereka kuat di genggaman asa. Mereka menengok tak berdiri di tikungan kumuh Mereka berjalan maju sambil mengajak kaum Mereka takContinue reading "Mereka, They Are"
Semalam di Pasar Malam
Selamat pagi pembacaku. Aku hendak menceritakan sedikit pengalaman berada di pasar malam semalam. Tengoklah sebentar... Kami (tim dari UBB) telah bersepakat untuk berkunjung ke pasar malam, salah satu pasar rakyat di kota Chiang Mai. Menurut informasi, pasar ini sangat ramai dikunjungi. Barang-barangnya murah meriah, bila berduit bisa borong-borongan. Aku mengirim teks WhatsApp (WA) pada teman-temanContinue reading "Semalam di Pasar Malam"
Hariku Berlalu Rasaku Hanyut
Tuhan... Betapa baiknya hidup yang Kau berikan padaku? Aku hanya dapat menyatakan syukurku pada-Mu. Aku mendapati diriku bertambah kaya ketika kulewati hari-hari yang justru berlalu, dan aku sedang menuju ke masa berlanjut. Kau beri aku rasa berkecamuk di hati yang Kau adukkan bersama akal. Kunikmati tanpa sepeserpun membayar, walau aku terus tadahkan tangan memohon dalamContinue reading "Hariku Berlalu Rasaku Hanyut"
Hau Monef; 3 in 1, 1 in 3
Pagi-pagi ini (25/07/19) saya berdiskusi sambil lalu saja dengan teman sekamar, bapak Drs. Amos Sir, pensiunan guru (PNS). Satu hal menarik yang disebutkan oleh beliau tentang sikap hidup dan kehidupan orang beragama, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Kami berdua mesti jujur bahwa kami sama sekali tidak punya pengetahuan teologis. Akan tetapi, pengetahuan praktis yang tidakContinue reading "Hau Monef; 3 in 1, 1 in 3"
Question Board
Chiang Mai-Thailand, (24/07/19), Pembaca yang berprofesi sebagai guru tentu tidak kaget dengan judul ini. Lagi-lagi saya terpaksa menggunakan Bahasa Inggris bukan untuk gagah-gagahan. Saya coba terjemahkan menjadi Papan Pertanyaan terasa seperti kurang tepat. Walau begitu kira-kira mesti demikian. Jujur saja saya tidak mengetahui secara persis kapan Question Board dipakai. Dalam pengalaman sebagai guru di pedalamanContinue reading "Question Board"
You must be logged in to post a comment.