Dalam acara terpadu, reuni dan natal yang digelar Forum Silaturahmi Alumni SMEA Negeri Kupang tahun 1986, hadir mantan Kepala SMEA Negeri Kupang. Drs. Julius Riwu Kaho, akrab disapa Pak Lius. Ia tiba ketika para alumni telah selesai beracara. Akan tetapi, kehadirannya tidak mengurangi rasa hormat para alumni yang malam itu sebanyak 25 orang. Mereka menyambutnya,Continue reading "Saya kesini untuk minta maaf"
Cerita Desembermu, Forsia SMEAN 86
Alumni SMEA N Kupang dalam Forum Silaturahmi SMEA N Kupang 1986 Enam Desember Dua ribu sembilan belas. Kurang dari 30 orang anggota Forum Silaturahmi Alumni SMEA Negeri Kupang tahun 1986 bertemu. Pertemuan dikemas dalam satu acara terpadu reuni dan natal bersama. Ya, suatu masa yang panjang antara Juni 1986 - Desember 2019. Walau Desember 2019Continue reading "Cerita Desembermu, Forsia SMEAN 86"
Hujan Kegirangan
Hujan Kegirangan Alangkah indahnya pagi ini di pegunungan.Ketika pagi tiba.Matahari tersenyum indah.Kehangatan ia hantarkan di permukaan persada.Lalu kaum insani bergerak dalam do’a pagi.Mereka tengadahkan tangan, berbisik pada Ilahi sang Khalik.Berlutut di bumi pijakan kaki-Nya.Berharap akan perlindungan-Nya di bumi kekeringan yang baru diguyur hujan kebahagiaan. Pagi ini peladang histeria gembira, sambil tersenyum sepat.Dan pesawah berteriak kegirangan,Continue reading "Hujan Kegirangan"
Angin, Kantuk, Lapar dan Jarak
Ketika semilir angin menerpa raga, rasa kantuk menggoda mata. Saat itu riuh rendah burung merpati terbang menghalau angin, dan aku segera terbangun manakala seekor di antaranya menubruk jendela ruang kelasku. Aih… Mata tak lagi tergoda kantuk, ia kini justru memicingkan godaan baru pada rasa lapar di kantong tengahku yang tak seberapa besar dan luasnya, berhubungContinue reading "Angin, Kantuk, Lapar dan Jarak"
Sejernih bening Embun
Temaram fajar menggodaku pagi ini. Sebentuk rindu menggeser kenangan kelamarin. Ketika ronta pengetahuan masih menggantung. Dan nilai persahabatan mendayu hati. Kicau burung berseloroh dan berceracap di antara kokok ayam. Tak kalah pula jangkrik melengkingkan suaranya. tak berniat ia berkompetisi pada ciap anak ayam. Mereka saling berampasan mengumumkan datangnya fajar pagi ini. Meong tersenyum di sampingContinue reading "Sejernih bening Embun"
Nuansa Tari dan Jemari Kepala Sekolah Milenial
Nuansa Tari dan Jemari Kepala Sekolah Milenial Hari-hari berlalu Waktu bergulir dilampaui Jemari menari kaku di altar abdi Jantung berdegup karuan sana-sini Darah berdesir bagai disiram pancuran mandi. Jam dinding menunjuk pukul nol-nol tengah malam Mata tak lagi bersahabat dengan jemari Raga masih berasa ingin dirohi semangat tari Tapi… Si bulu mata haluspun lebih kuatContinue reading "Nuansa Tari dan Jemari Kepala Sekolah Milenial"
Mendikbud dan Kepala Sekolah Pemimpin Perubahan di sekolah (oo!)
Halo pembaca blogku. Salamku dari ruang sepi bertunas pikir sederhana. Di sini ada sejumput berkas penghalang mata, pengisi benak yang mengantar pada olah pikir setelah berdzikir. Aku baru saja membaca sejumlah berita yang menarik hari-hari ini secara nasional, khsususnya pada dua tokoh muda nasional yang masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Nadiem Makarim dan ErickContinue reading "Mendikbud dan Kepala Sekolah Pemimpin Perubahan di sekolah (oo!)"
Kewer-Kewer, nyaris putus
Kewer-kewer, nyaris putus Ketika sore menyongsong Kaum penghantar ipteks bergoyang riang Menghalau resah, ribet, loyo nan layu Tetangan meliuk berlauk ilmu Kaki menghentak berkehendak pengetahuan Kepala mengangguk mengusir kantuk Perut menggelembung berisi cairan berlemak Akh… Mereka bagai cacing kepanasan Akh … Tidaklah demkian, Mereka sedang bergirang riang belaka Tapi… Rona dan gesture berkisah riang semu.Continue reading "Kewer-Kewer, nyaris putus"
Tersenyum di tengah Himpitan
Tersenyum di Tengah Himpitan Kelelahan,Kegundahan,Kecemasan,berbaur dalam satu mimpiakan menjadi lebih baik di hari besok kelak. Di tengah himpitan emosi yang melelahkanKabar baik menghampiri rekanku Berlarian ia menyongsong cintanyaMemapah sang cinta menuju ruang pertolonganDi sana menunggu tangan TuhanDi sana sigap hamba-hamba terlatih Sang cinta meringis sakitSementara bundelan bernafas menendang terjangSang cinta mengerang-erang garangBundelan bernafas terus mencariContinue reading "Tersenyum di tengah Himpitan"
Dalam Kecemasanpun mesti tetap Gapai Hari Depan
Dalam Kecemasan pun Mesti Tetap Gapai Hari Depan Ketika hari baru segera tiba, saat itu kegelapan akan segera sirna. Demikian halnya dengan duniaku. Menurut Mendikbud, Nadiem Makarim hampir lebih dari 30 tahun terakhir ini dunia pendidikan sekalipun sedang menggeliat, namun terasa seperti berjalan di tempat. Bahwa ada prestasi yang menggembirakan, di sana ada bagai percikan-percikanContinue reading "Dalam Kecemasanpun mesti tetap Gapai Hari Depan"
You must be logged in to post a comment.