selamat tidur Bawalah ragamu dalam rasa berkesan. Biarkan ia menerawang di mega keindahan. Tersenyumlah manakala ia bersua keramahan,kemurahan dan kedamaian saat mimpi menggoda impian … Tidurlah…
Pagimu Pagiku Pagi Kita
Selamat pagi,Bukankah hari baru selalu diawali fajar pagi?Bukankah fajar selalu tersibak ketika pagi?Bukankah makhluk bergetar dada di kala pagi?Bukankah susuran dan sisiran waktu berawal pagi? Akh... Pagiku ini di sini,danPagimu ini di sana. Pagi kita bersama,Pagi bersua nada semilir bayuPagi keberkahan riang di kerindanganberkaryalah di pagi ini dan hari ini Kutegakkan prasastikuKau kokohkan prasasti danContinue reading "Pagimu Pagiku Pagi Kita"
Akh…Bingung
Di lubang telinga ini,Suara dan bebunyian tiba.Saat onggokan daging bersel dan bertulangmasih nikmat di papan datar petiduran.Bukan saja suara ayam berkokok,Burung-burung sudah biasaMenghias nuansa pagi. Si raja siang nampak malu-maluKetika akan keluar dari peraduannya.Si mega bagai menutup wajah sang rajaMurung ia sepagi ini, ketika ia hendak naik singgasananya. Tetumbuhan tersenyum manisLambaian dedaunan menari berlenggakSedikit tanamanContinue reading "Akh…Bingung"
Mereka dalam Nada malam
Wok... wok... wok...berulang lagiwok...wok... wok...berulang lagi, dan lagiTiada ada yang dapat menegurSaling sapa menggelegarSaling sambung merantai untai Seseorang berkata,"Baiklah kita melempari mereka!"Ia melakukannya. "Braaak... braaak!"Nada-nada bersahutan itu terhenti.Menit berlalu... tidak lebih lama...Wok... wok... wok...berulang lagi, wok... wok... wok...dan tiada dapat ditahan Menutup pintu dan jendela rumahMenutup pintu pendengaran berperasaanSiapa dapat menahan nada malam dari makhlukContinue reading "Mereka dalam Nada malam"
Setetes itu …
Setetes itu… Air bening..Embun tenang.Air hujan kerianganAir liur plung,Keringat rindu keemasanAir susu ibu.Air getah kuning.Minyak panas Kini… pada rasa ini ada setetes… kemanjaan,kemesraan,KetulusuanKesejukan.Kebaikan,air kehidupan. Dia dinantikan kaum dan makhluk
Senyuman Langit
Semalam aku tengadah ke langit tinggi.kutatapi dan hendak kuratapi.Hati ini teriris-iris manakala mega berkejaran,Dan bintang-bintang terang benderang.Seekor burung malam melintas di sana.Melengkingkan suaranya tanpa kepak sayap.Tak menabrak atau menubruk.Ia terus melesat ke arah tujuan tak meleset.Dan langit hanya menebar gesturnya.Ia tersenyum di ketinggian sana. Sepagi ini aku tengadah lagi ke langit.Ia masih berada di ketinggianContinue reading "Senyuman Langit"
Nada Pagi
Nada Pagi Pagi-pagi, Ebiet melantunkan nada-nada indah Alunannya menghentak rasa naluri berdendang Sekalipun parau suara milik tetanggaku. Ia tak peduli nilai artifisial Dendangan terus digaungkan Di sela lonceng persekutuan doa Aku segera meninggalkan ruang semediku Di luar sana kicau burun bagai pajangan nada Aku lambat-lambat mengamati sumber nada itu Oh… Di tenggeran ia mencengkeram eratContinue reading "Nada Pagi"
Membelah Malam
Membelah Malam Rintik hujan malam ini kami belah Ketika suara-suara merdu membelah malam Bagai hiasan di dinding hutan. Saat kami melintasi hutan malam ini. Burung malam bernyanyi dalam nada minor. Ular mendesis memasang mata tajam. Tikus-tikus hutan gemetaran dalam dinginnya udara malam. Dari sumber cahaya malam pun terbelah. Saat itu kalajengking hendak menginjeksikan racun TakContinue reading "Membelah Malam"
Gerimis Pagi
Gerimis Pagi Lengang teramat lengang pagi ini Kulihat di jalan sana Dua ekor anjing berkejaran di musim kawinan mereka Nyaman belaka bagai di sela gerimis pagi Sementara di sudut rumah tetanggaku Terpekur seekor kucing memasang mata spionas Di balik tumpukan kayu seekor tikus merayap gemetar Sang kucing tak kuasa dayanya di antara gerimis Sementara tikusContinue reading "Gerimis Pagi"
Aksara Bermakna
Beribu kata baris berjejerBeribu diksi runtut berurutBeribu frase susul bersusulBeribu kalimat ramai berdamai Etalase Nusantara sambung menyambungmenghantar rasa di aksara bermaknabergabung kaum ketika menulisDi sana literasi giat bergelora. (Roni Bani)