Minggu Bertuah tanpa Tuan Minggu kedua ibadah di rumah saja. Saya dan seisi rumah menjalaninya tanpa hambatan walau tetap rasa berbeda, karena bukan ibadah keluarga kecil, ini ibadah umat se-jagad dalam nuansa satu roh berlokasi tak sama, tempus mirip. Mengapa mirip? Bila hal ini hanya di lingkungan GMIT, dapat diaminkan bahwa tempusnya sama, walau sebetulnyaContinue reading "MInggu bertuah tanpa tuan"
Sabtu senja yang berbuah
Sabtu Senja yang Berbuah Kabar Sabtu telah berlalu, ada keindahan dan keramaian; ada kegemasan ketika meremas dan mengemas kata ketika diurai dalam ucap agar tak menyinggung rasa dan emosi pendengar. Ada kekeliruan dan kelimpungan, sembari di sana-sini ada ketepatan yang pantas dan layak. Sabtu ini indah di kampung berpetak seperti kampung ini. Jika kurang percaya,Continue reading "Sabtu senja yang berbuah"
Ketika nikmat merayu sakit
Menunggu datangnya hari pelepasan, siapa di antaramu yang akan terlebih dahulu keluar dari kerangkeng dengan pintu setengah terbuka? Mengharap meninggalkan masa ini dari keterpurukan akibat ketakutan dan kecemasan berlebihan, siapakah di antaramu yang akan terlebih dahulu segera bangkit meloncat memamerkan masa ketekunan dan keemasannya besok? Ketika hendak menggapai rasa nikmat di depan mata sana, hari-hariContinue reading "Ketika nikmat merayu sakit"
Apa kabar sabtu pagi ini?
Pagi - pagi ini suasana wilayah desa, terdengar kicau burung di mana-mana. Pagi ini bahkan lebih ramai dari pagi kemarin dan kemarinnya lagi. Apakah burung-burung sedang amat senang? Mungkin ya. Saya mencoba menelisik pada kicauan berceracap. Kami sungguh bergembira. Telah terjadi perubahan pada sikap dan gaya hidup manusia kampung. Mereka yang biasanya memegang katepel danContinue reading "Apa kabar sabtu pagi ini?"
sedang apa tuan guru?
Kira-kira empat tahun lampau, dalam satu kesempatan berada di kelas sebagai Guru Kelas, saya membawa perlengkapan yang sudah biasa saya bawa, laptop dan henfon. Keduanya saya sering pakai untuk mencari informasi pengembangan materi ajar. Hari itu saya menambah satu perlengkapan, printer. Oleh karena saya membawa printer maka jadilah saya mesti membawa tambahan barang berupa kabelContinue reading "sedang apa tuan guru?"
Kata awan padaku
Dunia makin tua saja saudaraku. Aku di sini, warnaku berubah sesuai situasinya. Bila cerah seperti hari ini, warna diriku putih seperti bulu domba atau gumpalan kapas di tangan kaum perempuan kuno pemintal kapas menjadi benang secara tradisional. Bila hari hendak hujan, warna diriku berubah perlahan menghitam hingga pekat. Jika hitam pekat warna diriku, kamu diContinue reading "Kata awan padaku"
Apa kabarmu, Rp100.000?
Sejak 1 November 1999 kau pernah menghias dunia ekonomi bangsa ini. Sejak itu dompet-dompet masyarakat sungguh bergeliat. Para pebisnis kelas makro memanfaatkan dirimu sebagai penukar valuta dan kapital pada usaha mereka Sementara pelaku ekonomi kelas kecil dan lemah gemulai bila memegang dirimu, rasanya mereka telah tiba di satu area kemakmuran. Lalu setelah dekade berlalu, kauContinue reading "Apa kabarmu, Rp100.000?"
Ufuk dan Fajarnya
Ufuk dan Fajarnya Beberapa menit yang lalu aku melirik ufukkutanyakan pada datangnya fajar, “Mengapa kau mengundurukan diribagai tak sudi membungkus mayapada kami?” Ia tersenyum amat ramahsambil mengulum bibir memerahnyamembiarkan mata sang surya berbinarmenyibak tipis gaun fajarnyaia memberi jawab padaku,“Biarlah ada waktu pada insan berkarya!”Dan,akupun berbalik menghadap Ilahimenghunjukkan syukur dan terima kasihkuatas kehidupan di hari baruContinue reading "Ufuk dan Fajarnya"
Menyimak yang Tersimak
Syair Kebodohan (3)Menyimak yang TersimakMalam makin larut saja, sementara burung malam sedang bergiat-giatnya. Siraman ringan dari langit menggemaskan rasa. Riuh suara tetangga depan masih terdengar berhubung anak sedang sakit. Kucing belangku bengong saja berhadapan dengan tokek yang turun mengejar seekor laron.Suara mendayu-dayu seorang Instruktur berjedah setiap sepuluh detik. Komunikasi unik, penanya menulis, penjawab bersuara. MokContinue reading "Menyimak yang Tersimak"
Di Bibir Ranjang Pasien
Di Bibir Ranjang PasienAku duduk di bibir ranjang pasien bertanya nian pada sang ranjang, "Kapankah pasien diizinkan pulang?"Ia tersenyum ramah full hospitality lalu bergoyang bagai mengikuti irama manakala perawat tiba bertangan jarum pinalty mata jalang kuplototkan pada perawat gerangan apa ia injeksikan? Pasien bergumam berbalik badangeli tak tawa, lucu tak pingkal kudengar oceh dari bibirContinue reading "Di Bibir Ranjang Pasien"