Puisi dalam rangka Hari Proklamasi Kemerdekaan NKRI ke-77 Menoleh pada Merdeka Aku berdiri di siniPada titik waktu iniPada tanggal bersejarah kiniPada momentum keramat iniBangsa dan negara iniMasyarakat dan warganya kini Oh… Ketika aku menolehJauh di belakang sana tertorehUsaha dan kerja keras bersejarahBersama para pejuang berdarahBersemarak ragam pikir resahKoloni dan imperialis menjajahkaum lemah terjepit dan dijarahhinggaContinue reading "Menoleh Pada Merdeka"
Pantun Senja
Seorang rekan guru menelepon saya beberapa hari lalu. Ia meminta agar saya mengucapkan pantun-pantun padanya. Di seberang telepon ia mengatakan, "Saya sedang memegang pensil dan kertas, siap menulis, pak!" Saya tidak menyanggupi karena sedang tidak enak badan. Rupanya hawa panas aspal yang disusupi polusi asap dari kendaraan menjadi penyebabnya. Saya janjikan akan menulis hari berikutnyaContinue reading "Pantun Senja"
Lambat
LambatLambantiba dengan lekasbergegas gas-gasbagai sedang kebuthindarkan nama disebutLalu lambai-lambaianrona dan gesturtampak tak lengahtampak tak loyotampak tak luluhtampak tak lembab Ayo ...mari tepat waktuha ha ha.... Nekmese, 04 Agustus 2022herobani68@gmail.com
Mentari Menari
Mentari sedang menaribermusik angin,desingan dedaunan,kicau burung,dan deru mesin modernpada varian produknyaBeraksesori rona kemegahankejayaan dan kebanggaandalam kompetisi maju bersama. Aku duduk di sinimenikmati dalam rasa dan asamendayu bersama kaum pekerjarutinitasMungkinkah mentariakan berhenti menarisaat negara dan bangsa inisedang berada dalam ritmeipoleksosbudhamkamnya? Oelamasi, 3 Agustus 2022herobani68@gmail.com
Satu Teks Empat Versi Terjemahan
Beberapa hari terakhir ini saya sungguh bersemangat mendengar kabar dari beberapa sahabat guru yang mengikuti suatu workshop dengan topik Pengembangan Bahasa Daerah. Kira-kira demikian topik itu. Suatu hal menarik dari mereka yang mengikuti workshop ini yakni, semuanya diasumsikan memiliki pola berbahasa lisan yang sama. Padahal di daratan Timor Barat (dalam hal ini: Kabupaten Timor TengahContinue reading "Satu Teks Empat Versi Terjemahan"
Berdiri
di sini, aku berdiri, pada kaki sendiri, menyangga tubuh sendiri, mencoba berdayakan diri, menggali potensi diri, dengan opini diri, hendak mencapai cita dan citra diri dengan daya dan gaya mandiri dapatkah itu terjadi tanpa diri yang lain? Tidak demikian. Di sini dan di sana ada diri dan pribadi lain berdiri pada diri sendiri, mengulur tanganContinue reading "Berdiri"
Puisi Tiga Untai
Malam baru saja tiba di sekitaran empat bagiannya. Seorang sahabat meminta agar saya menulis puisi dalam bahasa daerah untuk anak-anak diikuti terjemahannya. Saya belum menyanggupinya. Lalu kami bercerita pasal-pasal sesukanya, sampai lahir puisi pertama Dunia bukanlah akuaku duduk di sinimelihat dan mendengarmencicip dan merasaentah indah atau burukentah manis atau pedisberagam rasa ada di sanasepatasampahitasinentah adaContinue reading "Puisi Tiga Untai"
Koreksi Puisi
Seorang sahabat menulis puisi pendek untuk mengenang anggota keluarga yang meninggal dunia. Ia mengirimkannya pada saya, kemudian meminta untuk mendapatkan koreksi. Puisi itu seperti ini: KakakkuTak pernah kudugaTak pernah kusangkaKepergianmu bgitu cepatTakdir menjemputMenghadap sang IlahiKasihmu sayangmuMelekat di sanubariSlamat jalan kakakku Setelah membaca saya mengoreksi dengan menambahkan seperti ini: Kakak,pikirku dan batinkumasa hidup bagi kita ituContinue reading "Koreksi Puisi"
Irama Kata
Tanpa blatiada blanihil blablokir hakmututup rasamupalang senyummu Irama kataAku Penguasakau tak lebihkau tak bolehkau tak benarkau tak cerdaskau tak becuskau tak ...kau tak ...kau tak ...kau tak ... jantung berdebardarah mendesirpsikis terseraksenyum pagi hilangsinar mata sayupada kami kaum reseh Singgasana dan takhtakuasa dan palucemeti dan cambukkata dan aktahumaniskah?Demokrasi ??Otokrasi ??Oligarki ??Theokrasi ?? Penguasatuangkan untai kataContinue reading "Irama Kata"
“Menghukum” siswa dengan Bacaan dan Bicara
Pengantar Hari-hari efektif belajar telah dimulai dalam Semester Pertama Tahun Pelajaran 2022/2023. Unit-unit sekolah mulai dari pra sekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas umum dan kejuruan serta sekolah sederajat yang di bawah Kementerian Agama, semuanya sudah memasuki hari-hari efektif belajar. Dalam hari-hari efektif belajar itu, seringkali seorang guru dapat saja keliruContinue reading "“Menghukum” siswa dengan Bacaan dan Bicara"
You must be logged in to post a comment.