Bagaimana Kami Bercerita?

Malam itu, sekira pukul dua puluh satu waktu Indonesia tengah. Ibu kami terbujur kaku di pangkuan ayah kami, suaminya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya. Rasanya ada kebahagiaan menjaga dan menunggui ibu sampai tarikan nafas terakhir. Tapi bukan itu. Aku dan adikku langsung histeris memanggil ibu. “Mamaaa… !” Suaraku melengking tinggi. Begitu pula adikku. Suara tangis dariContinueContinue reading “Bagaimana Kami Bercerita?”

Design a site like this with WordPress.com
Get started