Sejak satu jam berlalu ketika terjadi pergantian hari baru, saya mencoba masuk ke dunia alfabet. Di sana tanda-tanda sebagai lambang bunyi sudi digeser-geser. Mereka tak tersinggung bahkan teramat senang dan mungkin bahagia. Mereka menjadi pembentuk suku kata hingga paragraf. Satuan-satuan paragraf telah mengalirkan kisah-kisah yang menjadi bacaan. Bacaan yang entah disukai atau malah dicaci. SatuContinueContinue reading “Tanpa Ribet”