Rona wajahnya bagai sedang sendu saja gedung gereja di sudut kampung ini. Ia tetap ada di tangan yang merawatnya, kecuali tidak dikunjungi ratusan orang seperti biasanya. Senja ini, dari dalamnya terpancarsiar suara sendu. Kidung-kidung dikumandangkan. Hati ini bagai diiris sembilu. Merintih merindukan hadirat-Nya secara berjemaat. Tuhan…Ijinkan kami berkunjung dalam persekutuan Ijinkan kami menyapa ramah sesamaContinueContinue reading “Bersuara Sendu di Senja ini”