Hujan Kegirangan Alangkah indahnya pagi ini di pegunungan.Ketika pagi tiba.Matahari tersenyum indah.Kehangatan ia hantarkan di permukaan persada.Lalu kaum insani bergerak dalam do’a pagi.Mereka tengadahkan tangan, berbisik pada Ilahi sang Khalik.Berlutut di bumi pijakan kaki-Nya.Berharap akan perlindungan-Nya di bumi kekeringan yang baru diguyur hujan kebahagiaan. Pagi ini peladang histeria gembira, sambil tersenyum sepat.Dan pesawah berteriak kegirangan,ContinueContinue reading “Hujan Kegirangan”
Tag Archives: Puisi
Kewer-Kewer, nyaris putus
Kewer-kewer, nyaris putus Ketika sore menyongsong Kaum penghantar ipteks bergoyang riang Menghalau resah, ribet, loyo nan layu Tetangan meliuk berlauk ilmu Kaki menghentak berkehendak pengetahuan Kepala mengangguk mengusir kantuk Perut menggelembung berisi cairan berlemak Akh… Mereka bagai cacing kepanasan Akh … Tidaklah demkian, Mereka sedang bergirang riang belaka Tapi… Rona dan gesture berkisah riang semu.ContinueContinue reading “Kewer-Kewer, nyaris putus”
Tersenyum di tengah Himpitan
Tersenyum di Tengah Himpitan Kelelahan,Kegundahan,Kecemasan,berbaur dalam satu mimpiakan menjadi lebih baik di hari besok kelak. Di tengah himpitan emosi yang melelahkanKabar baik menghampiri rekanku Berlarian ia menyongsong cintanyaMemapah sang cinta menuju ruang pertolonganDi sana menunggu tangan TuhanDi sana sigap hamba-hamba terlatih Sang cinta meringis sakitSementara bundelan bernafas menendang terjangSang cinta mengerang-erang garangBundelan bernafas terus mencariContinueContinue reading “Tersenyum di tengah Himpitan”
Aku, Angin dalam Roda Kehidupan
Aku, Angin dalam Roda Kehidupan Angin, mereka mengenalku dengan sebutan itu. Aku diperlukan sejak semula. Paling tidak ketika aku bertiup sepoi, makhluk lain berkata, “Segaar!”Aku, ketika bertiup kencang dalam kecepatan tertentu, para pelaut memasang layar dan terdoronglah perahu, Melaju ke labuhan dan bandar persinggahan.Aku, ketikabertiup amat kencang dalam kecepatan yang tak terkira, berlarian dan beterbanganlahContinueContinue reading “Aku, Angin dalam Roda Kehidupan”
Kesia-siaan
Kesia-siaan Duduk memandang sejauh mata suka memandang.Samudera luas tak terbendungLautan lepas tak terjangkau pandang mata ujungnyaBagaimana memeluk bila berniat? Kesia-siaan… Menelusur di antara gelombangMenelisik di celah deburan ombakMenyisir di serpihan dan pecahan riakSenyum memekarTawa membahanaDesir angin pantai mengganggu daun telingaTerik surya siang memicingkan biji dan kelopak mata. Kesia-siaan… Pantai berpasir putih hendak dirambahKaki tak dapatContinueContinue reading “Kesia-siaan”
Sunyi
Sunyi… Bila kau berkunjung, … rasa hati… sunyi… sepi… hening… Sunyi… Bila kau bertandang, … emosi jadi sumir… satir… Sunyi… Bila kau bertamu, rona berkerut, rupa berawan gelap. Sunyi… bila saja kau tak ada? Koro’oto, 4 September 2019 By : Heronimus Bani
Penulis
Penulis, Kusaksikan sungai mengalir secara alamiah dari ketinggian menuju area landai. Ada yang membelokkan mungkin hendak dimanfaatkan. Kuperhatikan angin bertiup sering berubah arah. Ada yang mengemas mungkin hendak digunakan. Kurasakan cahaya mentari sepanjang masa di khatulistiwa ini. Ada yang meraciknya lalu berdayalah insan di sekitarnya. Kurasakan api berkobar berawal dari satu titik kecil, menghanguskan danContinueContinue reading “Penulis”
Menangis dalam Tawa
Siapakah aku? Bahagianya aku hari ini, ketika aku dinobatkan sebagai sarjana. Apakah aku lebih baik dari mereka se-angkatanku? Tidak! Sekali lagi, Tidak! Aku, … Aku terlahir dari kesederhanaan. Mereka yang membopongku, menyusui, membesarkan, menaruh harapan. Mereka tidak mendompleng nama nan perkasa. Mereka tidak menumpang pada mulianya pangkat berjibaku. Mereka bukan pesolek memamerkan gelimang harta. MerekaContinueContinue reading “Menangis dalam Tawa”