Canda Kembang Pagi

Aku baru saja melirik pada setangkai bunga pagi ini. Rona wajahnya ceria berwarna jingga dibaur merah keputihan. Dedaunannya bergoyang melenggak-lenggok bagai penari teunraen Pah Amarasi. Kususuri sekelilingnya, ia tegar berdiri pada batangnya yang berisi cairan belaka. Mengagumi keindahan pagi ini, Sang Bunga pun bercanda, “Hai insan ber-Tuhan, bersyukurlah atas anugerah keindahanku, walau kusadari kau lebihContinueContinue reading “Canda Kembang Pagi”

Rerumputan Bersemi

Aku baru saja menyapa rerumputan, mereka tersenyum sambil berayun-ayun dalam permainan bersama butiran embun bercahaya disiram surya pagi yang temaran dibungkus kabut. Sebarisan semut berjejeran dalam barisan temu cium pelukMelangkah maju tanpa beban kekuatiran hari ini.Himpunan rerumputan bersemi nyaman,hendak melewati pagi dengan bisikan bayu belum bernada. semoga hariku demikian adanya.

Gembira Senja

Senja tiba, hari siang akan segera berlalu, irama pengiring senja dimainkan anak-anak memeriahkan hilangnya Raja siang. Keramaian irama senja diwarnai bunyi plak, plak, plak bertalu-talu dari tubrukan gasing anak-anak. Aku duduk di sini, memandang keramaian irama yang dimainkan anak-anak desa. Indah tanpa polesan. Polos dan lugu, tiada keresahan dan kegalauan. Anak-anak desa di dusun yangContinueContinue reading “Gembira Senja”

Lagu Berurai Airmata

Sahabat, Pernahkah kau membayangkan saat kematinmu tiba? Pernahkah kau memikirkan makna hidup ketika hari kematianmu tiba? Pernahkah kau melukis di atas kanvas cinta kasih tentang bayang hari kematianmu? Sahabat, Andaikan kau pernah mewujudkan impian itu, mungkin hari ini aku duduk di sini sambil tersenyum bisu menyaksikan hari kematianmu, sembari mengais bulir-bulir kisah yang kau tebarContinueContinue reading “Lagu Berurai Airmata”

Kupu, Ayam dan Jangkrik

Sumber Gambar: Istimewa dari Ruang Publik Tiada kupu-kupu yang menyaringkan suaranya manakala ia berhasil keluar dari bungkusan kepompong yang kasar jasadnya, namun keindahan dirinya dikagumi manakala ia terbang meliuk di bebungaan. Seekor ayam betina bertelur sebutir di sarangnya lalu mengepakkan sayapnya, terbang turun ke sekeliling sambil menggemakan suaranya. Saat itu pejantan tangguh pun ikut terperangahContinueContinue reading “Kupu, Ayam dan Jangkrik”

Mesti Tersenyumkah?

Shalom, selamat pagi. Maafkan saya baru mengabarkan. “Hanya Tuhan saja yang tahu!” Itulah kata-kata yang pantas saya ucapkan. Persiapan sudah matang tapi rencana Tuhan lain. Malaam hari sebelum acara pemakaman, saya mendapat kiriman pesan melalui aplikasi WhatsApp dari Kepala Sekolah. Saya harus mengikuti rapat dinas pada jam 09.00 WITa. Rapat PENTING. Tuhan … . SedangkanContinueContinue reading “Mesti Tersenyumkah?”

Dua Nada Minor

Seorang bapak mengidap penyakit ginjal sehingga paramedis memutuskan untuk melakukan terapi cuci darah. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal agar tubuh tetap memiliki keseimbangan fungsi. Itulah sebabnya bapak yang satu ini selalu harus ke rumah sakit untuk melakukan terapi itu. Ia selalu didampingi isteri dan anggota keluarga yang bergantian membantunya. Empat bulan berselang proses itu terusContinueContinue reading “Dua Nada Minor”

Management FB Mengingatkan

Sesungguhnya saya sudah lupa pada puisi yang saya tulis dua tahun lampau ketika kami berada di Chiang Mai, Thailand. Saat itu kami mengikuti suatu workshop dalam rangka menyiapkan materi ajar pada anak-anak PAUD dan TK berbasis budaya dan bahasa daerah. Workshop ini diadakan oleh Universitas Payap. Kami pergi sebagai utusan dari Unit Bahasa dan BudayaContinueContinue reading “Management FB Mengingatkan”

Dua Puisi Satu Nuansa

Dua Puisi Satu Nuansa Hari ini, Sabtu (24/07/21) saya ke kota Kupang. Tujuan ke sana untuk mendapatkan pemeriksaan pada mata sehingga memungkinkan untuk boleh berkacamata. Surat rujukan dari Puskesmas Sonraen telah diambil semalam untuk mendaftar pada pagi hari ini. Sang sulung dan temannya mendaftarkan saya pagi ini. Saya mendapat nomor antrian ke-12. Saya tiba diContinueContinue reading “Dua Puisi Satu Nuansa”

Cerita Tampilnya Satu Puisi di RRI Kupang Menuju Hari Ibu

Cerita Tampilnya Satu Puisi di RRI Kupang Menuju Hari Ibu Pada tanggal 16 Desember 2020, seorang anggota Penyiar RRI Kupang mengirim permintaan pada saya dengan voice note di aplikasi WhatsApp. begini: Shalom, selamat pagi bapa Roni. Minta maaf mengganggu ini, bapa. Ee… kalau bapa ada puisi yang kaitan dengan ibu misalnya, menjelang hari ibu, mungkinContinueContinue reading “Cerita Tampilnya Satu Puisi di RRI Kupang Menuju Hari Ibu”

Design a site like this with WordPress.com
Get started