Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor

Pukul sepuluh pagi, dan aroma ayam bumbu penyedap rasa makanan sudah menjelajah seisi lingkungan SD Negeri Marjinal. Aroma itu menyusup melalui celah-celah jendela, melintas pula untuk tersimpan pada dinding yang retak, dan menghias bau apek dari plafon yang selalu merembes setiap kali hujan turun. Di depan kelas, Pak Damar sedang menjelaskan hukum kekekalan energi. KapurContinueContinue reading “Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor”

Bisikan Bayu pada Ayu

Pagi tiba kembali. Rasanya jalan-jalan berliku di Lelogama tetap merelakan punggung mereka digelinding roda-roda karet berbeban berat. Semuanya berkejaran dengan datangnya hari baru. Beban paling ringan yang dipikul jalan-jalan di sana ada pada sandal para pejalan kaki. Jalanan hot mix bagai tidak merasakan adanya beban di punggungnya. Beberapa anak kecil bertelanjang kaki melewatinya, sangat tidakContinueContinue reading “Bisikan Bayu pada Ayu”

Senja di Bukit Lelogama

Bukit-bukit batu dengan ketinggian rata-rata di atas lima puluh meter mengelilingi lembah Lelogama. Jalanan meliuk-liuk menanjak, menurun bahkan di antaranya ada yang menukik di dalam kota kelurahan Lelogama. Pemukkman penduduk tak beraturan berhubung kondisi topografi yang demikian itu. Cuaca sepanjang hari yang dingin, sering-sering saja diselingi panas dengan suhu mencapai maksimal 24 derajat Celsius sudahContinueContinue reading “Senja di Bukit Lelogama”

Design a site like this with WordPress.com
Get started