Gaya Garang nan Garing

Perang… Mereka bukan saja menghunus pedang, meniupkan terompet dan menabuh genderang perang, mereka telah memuntahkan peluru dan bom penghancur massal. Mereka memparadekan senjata destruktif. Mereka telah menggelar dan mementaskan kemelut dan kemelaratan. Mereka membawa nyala api kebencian dan kemurkaan. Mereka telah menutup lembaran koneksi dan sinergi. Diplomasi… Gaya bicara penuh makna. Rona dan gestur punContinueContinue reading “Gaya Garang nan Garing”

Tanda di Meja Kerja Saya

Tanggal 25 November 2021 saya dan ratusan guru di Kabupaten Kupang berangkat dari rumah masing-masing dengan tujuan lapangan upacara Hari Guru Nasional. Lapangan upacara itu ditunjuk dan disiapkan oleh Panitia Lokal bentukan Pengurus PGRI Kabupaten Kupang. Lapangan itu berada di Pulau Semau pada satu titik tempat namanya Hansisi. Bila hendak menyeberang ke pulau itu, orangContinueContinue reading “Tanda di Meja Kerja Saya”

Hari Kedelapan Isolasi Mandiri

Delapan hari sudah saya berada di “kandang covid-19” ini. Saya bagai pertapa yang sedang bersemedi melakukan puja-puji pada Sang Dewata Agung Yang Maha Kuasa. Tidak demikian, karena meskipun saya di kamar tidur, otak dan jemari tak boleh diam. Seluruh indra dan emosi (perasaan) diarahkan untuk mencapai dunia luar dan bahkan mensugesti diri sendiri untuk segeraContinueContinue reading “Hari Kedelapan Isolasi Mandiri”

Nuansa Baru di Titik Rasa

Sibuk dengan rutinitas sekolah dalam hari-hari efektif belajar yang tidak utuh. Tatap muka yang tidak utuh di sekolah harus dijalankan agar siswa tidak stagnan pada proses belajarnya dan guru tidak mati gaya pada pendekatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Di sela kesibukan itu, kami harus menjalani tugas lain yang tidak kalah pentingnya, yakni melirik organisasiContinueContinue reading “Nuansa Baru di Titik Rasa”

Catatan Senja: Masih tentang Kabar Buruk

Biasanya saya menulis di laptop. Senja ini terpaksa saya menulis di smartphone android. Hasilnya pasti berbeda dari yang sebelumnya. Tapi, tantangan harus tetap diusahakan untuk dipenuhi. Saya sedang berada di Rumah Sakit Naibonat. Rumah Sakit ini milik Pemerintah Kabupaten Kupang. Letaknya di seputaran kota Oelamasi, ibukota Kabupaten Kupang. Saya tidak sendirian karena kami sedang membezukContinueContinue reading “Catatan Senja: Masih tentang Kabar Buruk”

Tahun Kedua di WordPress

Tanpa saya sadari, ternyata saya telah bersama wordpress selama dua tahun. Apa yang saya lakukan bersama wordpress dalam dua tahun ini? Tentu saja sebagai aplikasi, saya telah menjadikannya sebagai media untuk menyalurkan minat saya pada dunia kepenulisan. Baru ada 285 artikel dan puisi saya tulis di sini. Apakah angka itu banyak? Mungkin saja ya. SayaContinueContinue reading “Tahun Kedua di WordPress”

Donasi Kartu XL Axiata di Sekolah-sekolah Kecamatan Amarasi Selatan

Hari ini, Senin (7/9/20) bertempat di SMP Negeri 1 Amarasi Selatan telah diadakan suatu pertemuan. Pertemuan ini dihadiri anggota Pengawas Pembina SMP, Yerfelius Bani, S.Pd dan Aryoseno Watuwaya, Territory Sales Manager Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pertemuan diikuti oleh para Kepala SD, SMP, SMA dan SMK se-Amarasi Selatan masing-masing didampingi operatorContinueContinue reading “Donasi Kartu XL Axiata di Sekolah-sekolah Kecamatan Amarasi Selatan”

Saat sang Jingga Menyapa Ufuk Pantai Termanu

Puluhan batu karang raksasa bertebaran di pantai Termanu. Mereka bagai hendak berkisah bahwa posisi mereka tak akan pernah dapat digeser-geser walau oleh ombak dan gelombang tsunami sekalipun. Atau mungkin semakin senja sehingga rona pada batu-batu itu kiranya hendak menyapa kami secara ramah. Mungkin pula mereka hendak bercerita tentang banyak hal yang telah disaksikan mereka ketikaContinueContinue reading “Saat sang Jingga Menyapa Ufuk Pantai Termanu”

Guru Penulis meniti Jembatan Aturan menuju Guru Berbintang

Pengantar Rasanya tidak mudah menulis resume dari kuliah daring yang disampaikan oleh Dr. H. Imron Rosidi, S.Pd.M.Pd. Ia seorang guru guru dengan pengkat terakhir kini Pembina Utama Muda IV/c. Bukankah itu sudah tergolong Jenderal? Lika-likunya disampaikan ketika ia mulai dari golongan para Sersan mungkin Pengatur II/c. Semua yang disampaikannya dalam gaya berbahasa lisan yang nampaknyaContinueContinue reading “Guru Penulis meniti Jembatan Aturan menuju Guru Berbintang”

Design a site like this with WordPress.com
Get started