Pantun Senja

Seorang rekan guru menelepon saya beberapa hari lalu. Ia meminta agar saya mengucapkan pantun-pantun padanya. Di seberang telepon ia mengatakan, “Saya sedang memegang pensil dan kertas, siap menulis, pak!” Saya tidak menyanggupi karena sedang tidak enak badan. Rupanya hawa panas aspal yang disusupi polusi asap dari kendaraan menjadi penyebabnya. Saya janjikan akan menulis hari berikutnyaContinueContinue reading “Pantun Senja”

Satu Teks Empat Versi Terjemahan

Beberapa hari terakhir ini saya sungguh bersemangat mendengar kabar dari beberapa sahabat guru yang mengikuti suatu workshop dengan topik Pengembangan Bahasa Daerah. Kira-kira demikian topik itu. Suatu hal menarik dari mereka yang mengikuti workshop ini yakni, semuanya diasumsikan memiliki pola berbahasa lisan yang sama. Padahal di daratan Timor Barat (dalam hal ini: Kabupaten Timor TengahContinueContinue reading “Satu Teks Empat Versi Terjemahan”

Duka dan Cuaca Beda

kabar-kabar duka sedang menggema, air mata tak dapat ditahan-tahankenangan pada sang jasa telah berjasadtinggallah di sini tapak berkisahbersama para petinggi dan pinggiranseparuh tiang bendera digerekhanya pada mereka yang melek jasaterasa lain pada bangsa besar inikarena bencana bagai mendekatketika cuaca dan iklim bukan pada waktunyaaku duduk ketika senja tibaberefleksi pada tugas di liburan sekolah Umi NiiContinueContinue reading “Duka dan Cuaca Beda”

Dia yang Murung

Telepon genggam ini berdering. Kusahuti salam dari seberang sana. Percakapan dimulai pada topik melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dari sekolah menengah atas. Kusebutkan satu dua alasan agar diskusi dilanjutkan di tempat yang memungkinkan percakapan menjadi ringan dan terbuka. Malam tiba. Sang Muda bersama ibundanya tiba. Diskusi dimulai dengan topik yang sudah disodorkan sejak pagiContinueContinue reading “Dia yang Murung”

Segarkah kau hari ini?

Bening nan jernih tenang nan teduh. Kau bagai tak ada yang mengganggu dan menggoda. Kau bagai sendirian di sana melewati segala masa. Kau alirkan limpahan air ke arah mana kau rembeskan sukacita pada petani dan pelaku kolam air tawar. Saat yang lain kau meluap membawa kecemasan hingga kehancuran di sekeliling area yang kau lewati. InsanContinueContinue reading “Segarkah kau hari ini?”

Teduhnya pantai teguhkah hati

Pasir putih ditebar sampah-sampah plastik hendak berkisah bahwa mereka saling menolak, tetapi bagaimana dapat menyampaikan hal itu kepada dunia? Makhluk hidup yang sempurna menjadi pelakunya hingga limbah yang berumur panjang itu bertebaran di pantai hingga tiba dan bersemayam di selangkangan batang -batang bakau. Bakau pun risih dibuatnya. Tapi bagaimana bakau mengumumkannya? Perahu-perahu nelayan berjejer rapih.ContinueContinue reading “Teduhnya pantai teguhkah hati”

Bukan Perkara Mudah

Pikap itu melambung di jalan beraspal mulus tanpa pikir panjang bahwa yang mulus tak selamanya licin. Ternyata di depannya ada lubang kecil saja tetapi sangat beresiko ketika sudah berhadapan dengan kendaraan lainnya di depan dengan kecepatan di atas normal. Banting kemudi. Ya, bantingan itu berakibat fatal. Pikap itu meluncur makin gila bahkan ajaibnya, ia justruContinueContinue reading “Bukan Perkara Mudah”

Sadisnya Sedih

Malam makin larut, kampungku makin sepi. Jalan beraspal lape tak lagi disentuh tapak-tapak bertelanjang kaki atau beralas sekadarnya saja. Semuanya telah tiba di pelukan malam dan mungkin sudah mendengkur, tersenyum hingga tertawa dalam tidur telentang, atau malah berbicara tak karuan yang tak disadarinya. Akh… imajinasi semu belaka. Aku masih duduk di sini di berhadapan denganContinueContinue reading “Sadisnya Sedih”

Menyapa Senja

Aku baru saja menyaksikan semut-semut berbaris menuju liang yang disiapkan demi kenyamanan mereka. Sementara kudengar kicau burung memberi salam pada Sang Surya yang akan segera pergi. Lalu beberapa jenis dedaunan melipat diri pertanda mereka akan merajut mimpi di malam ini. Anak-anak masih bergurau ketika menyaksikan bulan setengah muncul di ufuk baratπŸŒ™. Lampu-lampu listrik dinyalakan sementaraContinueContinue reading “Menyapa Senja”

Entah Apa Itu

Entah sulit atau mudah, entah rumit, ribet atau sederhana, entah bingung atau tegang, entah cemas atau gemas, entah berpikir atau berzikir, entah takut atau kalut, entah bangga atau bimbang, entah berani atau berahi, entah sudah dipalu atau akan dipaku, entah dan terus entah … . Kertas-kertas bertulisan dibacakan. Kritik-kritik berurutan diujarkan. Hoax berbulus dihujatkan. RuangContinueContinue reading “Entah Apa Itu”

Design a site like this with WordPress.com
Get started