Pukul sepuluh pagi, dan aroma ayam bumbu penyedap rasa makanan sudah menjelajah seisi lingkungan SD Negeri Marjinal. Aroma itu menyusup melalui celah-celah jendela, melintas pula untuk tersimpan pada dinding yang retak, dan menghias bau apek dari plafon yang selalu merembes setiap kali hujan turun. Di depan kelas, Pak Damar sedang menjelaskan hukum kekekalan energi. KapurContinueContinue reading “Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor”
Category Archives: sastra
Negeri Meja Panjang
Di sebuah negeri bernama Meja Panjang, raja memerintahkan setiap anak diberi roti dari dapur istana. Roti itu disebut Roti Kehidupan. Rakyat bersorak, karena kelaparan adalah luka lama yang diwariskan turun-temurun. Namun dapur istana terlalu besar, tungkunya terlalu banyak, juru masaknya terlalu jauh dari mata raja. Api menyala di mana-mana, tapi pengawasan tak pernah benar-benar sampai.ContinueContinue reading “Negeri Meja Panjang”
Sungai yang Marah
Sungai yang Marah Sungai itu dulu tidak pernah marah. Ia mengalir pelan, tenang, membawa daun-daun gugur, lumpur halus, dan cerita kecil dari hulu. Anak-anak mandi di sana setiap sore. Perempuan mencuci pakaian di bebatuan datar. Lelaki menurunkan jala dan bubu, berharap ikan kecil yang cukup untuk makan malam. Airnya bukan sekadar air, ia adalah nadiContinueContinue reading “Sungai yang Marah”
Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua
Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua Di halaman sekolah yang baru saja disapu, sebatang puntung rokok beristirahat lebih tenang daripada nurani manusia. Asapnya menari pelan, seperti roh yang enggan pergi, mencari siapa yang paling suci untuk disalahkan. Kepala sekolah datang, wajahnya bagai pisau kecil yang setiap saatnya diasah oleh disiplin dan ikutannya. Di hadapannya berdiriContinueContinue reading “Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua”
Retret: Pejabat Pemprov NTT Menista Kemiskinan
Masyarakat pedesaan di bibir jalan lux di atasnya mobil mewah; Ilustrator: Meta AI Ketika satu unit kapal besar bernama Nusa Tenggara Timur hendak berlayar, nakhoda dan para perwiranya memilih singgah sejenak di dermaga nyaman, membakar 1,6 miliar lilin untuk beristirahat. Di sisi lain, buritan kapal masih bocor, layar terkoyak, dan awak kapal di geladak berjuangContinueContinue reading “Retret: Pejabat Pemprov NTT Menista Kemiskinan”
Perpisahan dan Penyambutan
Foto: Panitia Pisah-Sambut Dua orang pelayan GMIT di Klasis Amarasi Timur bertemu di Jemaat Rehobot Neke desa Apren Kecamatan Amarasi. Pelayan (pendeta) pertama akan bertugas ke jemaat berikutnya, sementara pendeta kedua akan memasuki area pelayanan di Rehobot Neke ini. Keduanya dipertemukan dalam satu ibadah yang disebut Pengutusan dan Perhadapan Pelayan GMIT dalam Klasis Amarasi TimurContinueContinue reading “Perpisahan dan Penyambutan”
Guru Merdeka Guru
Guru, …Merdeka, Guru…Mereka duduk di ruang nyamanmendefinisikan guru merdekadengan dengung dan gong bertalibagai kekang di mulut kudakontrol di tangan penunggangnyaGuru,…Merdeka, Guru…Mereka duduk di ruang-ruang kelasmendeklarasikan guru merdekadengan tampilan bergaun necisdan tangan belepotan gaya prestasiprestasi yang prestisius bagi guru merdekaGuru,…Merdeka, Guru…Mereka duduk di ruang terbukamenyebutkannya ruang belajar bebas terikatterikat pada patron pembelajaran merdekadengan materi berepisode menujuContinueContinue reading “Guru Merdeka Guru”
Sang Embun
Sumber: https://jogja.tribunnews.com/
Labil di antara suka dan duka
Pagi hari tiba, angin sepoi menyentuh wajah, memberi nuansa segar. Burung berkicau, ayam berkokok, semuanya memuji Tuhan. Aku menadahkan tangan pada Khalik Ilahi. Pujisn pada Tuhan memekarkan rasa hati, namun berubah dalam sekejab manakala kabar baru tiba. Seseorang di antara kami pergi untuk selamanya. Selamanya. Aku siapkan diri menata rasa antara suka dan duka. SukacitaContinueContinue reading “Labil di antara suka dan duka”
Bila Bertanya pada Bulan
Bila bertanya pada bulan, adakah musim sedang berganti? Adakah angin berubah arah? Mengapa mendung makin menggelap?Mungkinkah hujan mendadak turun tanpa gejala awal? Lalu … aku duduk di sini, di sudut kampung ini, menanti Sang Bulan memberi jawab. Entahlah akan ada kepastian atau kemungkinan, atau alasan pengalihan fokus. Sang Bulan… Kau keliru, kau lupa pada sikapContinueContinue reading “Bila Bertanya pada Bulan”