Kemarin (4/4/22) pada aplikasi WhatsApp Group keluarga kami, Umi Nii Baki, diedarkan satu video yang menampilkan dampak dari daya gedor Badai Seroja, April 2021. Pagi ini seorang rekan guru mengirim tiga helai foto dengan permintaan agar dibuatkan narasi. Saya sampaikan padanya bahwa ada inspirasi menulis puisi. Jadilah puisi seperti ini. Sang Kelam Berkalam Syahdu BilaContinueContinue reading “Seroja Berulang Tahun”
Category Archives: Puisi
Akta Kata
Berjubel kata di hari-hari berlalu, hingga bagai sesak di benak dan otak pengolah data. Mereka menabrak sel-sel penerima hingga terbersit rasa walau harus ada dalam sistem penataan pada penyimpanan yang fail kesan. Ketika dimunculkan akan tersusun kata baru bermakna tunggal atau ganda. Dapatkah hari ini semangat berkata menuju akta baru? Koro’oto Pah Amarasi, 29 MaretContinueContinue reading “Akta Kata”
Irama Fajar
Aku bukanlah biduan pengantar sukma bergema. Aku hanyalah penikmat irama dan nada fajar manakala seorang biduanita atau biduan melantunkannya. Aku meneduhkan diri di hadapan Ilahi bersyukur pada-Nya ketika irama fajar mendayu-dayu mengelus rasa dan membelai raga. Sungguh ketenangan dan kedamaian di hadirat Sang Khalik. Selamat pagi Sahabat. Koro’oto Pah Amarasi, 28 Maret 2022 herobani68@gmail.com
Meredupkan Fajar Menerbitkan Terang
Saudaraku,Pernahkah ada dalam refleksimu polemik agitatif peretas kegaduhan publik?Pernahkah ada dalam opinimu nuansa defensif religi sambil mengelus mesra seterumu?Adakah ketenangan dan keteduhan di hatimu ketika dunia sekitarmu mencaci dan mencemooh kemurnian dan kesucian ajaran keimananmu?Adakah kedamaian dan kebahagiaan manakala ibadahmu diterabas dan dibabat kaum saleh yang tampil elit dan alim kesemuan? Yesusku…Junjunganku…Fajar Harapan segala kaumKelembutanContinueContinue reading “Meredupkan Fajar Menerbitkan Terang”
Kaburkah Nuansa?
Ketika fajar menyapa mayapada kabut pagi malu-malu hendak menepi. Fajar pagi menyapa begitu ramah dengan senyuman keemasannya. Kokok ayam bersahutan ditingkahi irama dan nada yang dimainkan burung yang bertengger di pohon kersen. Aku menengok ke arah Timur, fajar pagi terus secara perlahan tanpa upaya berhenti sejenak. Sementara kabut mulai kabur secara senyap pergi sambil melambaiContinueContinue reading “Kaburkah Nuansa?”
Canda Kembang Pagi
Aku baru saja melirik pada setangkai bunga pagi ini. Rona wajahnya ceria berwarna jingga dibaur merah keputihan. Dedaunannya bergoyang melenggak-lenggok bagai penari teunraen Pah Amarasi. Kususuri sekelilingnya, ia tegar berdiri pada batangnya yang berisi cairan belaka. Mengagumi keindahan pagi ini, Sang Bunga pun bercanda, “Hai insan ber-Tuhan, bersyukurlah atas anugerah keindahanku, walau kusadari kau lebihContinueContinue reading “Canda Kembang Pagi”
Rerumputan Bersemi
Aku baru saja menyapa rerumputan, mereka tersenyum sambil berayun-ayun dalam permainan bersama butiran embun bercahaya disiram surya pagi yang temaran dibungkus kabut. Sebarisan semut berjejeran dalam barisan temu cium pelukMelangkah maju tanpa beban kekuatiran hari ini.Himpunan rerumputan bersemi nyaman,hendak melewati pagi dengan bisikan bayu belum bernada. semoga hariku demikian adanya.
Gembira Senja
Senja tiba, hari siang akan segera berlalu, irama pengiring senja dimainkan anak-anak memeriahkan hilangnya Raja siang. Keramaian irama senja diwarnai bunyi plak, plak, plak bertalu-talu dari tubrukan gasing anak-anak. Aku duduk di sini, memandang keramaian irama yang dimainkan anak-anak desa. Indah tanpa polesan. Polos dan lugu, tiada keresahan dan kegalauan. Anak-anak desa di dusun yangContinueContinue reading “Gembira Senja”
Ibukota Negara
Hari-hari iniJagad publik getar membahanaDari ruang-ruang berhawa amat sejukhingga ruang mahaluas disiram terik suryaDari kedalaman hati yang adem sejukhingga ruang benak bergelora riakDari rona yang menggurat senyum ceriahingga wajah bergambar murungDari bibir berujar syahdu nan merduhingga mulut dengan nyanyian nyinyiranEntah sejumlah daftar kontradiktif Ibukota negaraKau dinamakan NusantaraKau menempati area amat sangat luasKau akan merepresentasi budayaContinueContinue reading “Ibukota Negara”
Oh Minyak Goreng
Minyak goreng…apa ada manfaatmu?Kata mereka yang paham makna kehadiranmu:Kau tunjang kesehatan jantung dan pembuluh darahKau baik untuk kesehatan kulitKau baik untuk menurunkan berat badanKau baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhKau baik untuk mencegah pembengkakan dan nyeri sendiKau baik untuk mencegah kerapuhan tulangMinyak goreng, kau sangat bermanfaat.Tapi… Minyak goreng… apakah kau punya kelemahan?Aku tanyakan pada merekaContinueContinue reading “Oh Minyak Goreng”