Pagi Senyap

Kokok ayam dan kicau burung, warna dan rasa renyah pagi ini, langkah cepat berjarak pendek, ayunan tangan berirama reggae, gaung lonceng berbarengan lolong anjing, anak babi mendengkur di kehangatan badan induknya. Semua berlalu tanpa bebunyian mesin modern pengganggu Indra beresonansi. Umi Nii Baki, 24 Juli 2022 herobani68@gmail.com

Siulan Senja

Senja tiba lagisaat itu aku duduk di depan layar inimenelusur aksara berjejer dalam maknamencari diksi bersesuaian saintifikmenempatkan pada jejeran karya tulismana boleh mumet olah pikirkarena itulah gaya menulispada rasa literasi berirama arti Siulan senja bersabdaseorang nenek meninggal di seberangjauh di suatu gugusan kepulauanseorang bujangan tua meneleponia menanggung sakit dalam kesendirian Senja inisiulanmu bagai manis-sepataku termenungContinueContinue reading “Siulan Senja”

Kelas Putih-Merah

Awal yang baruketika lonceng tanda mulai berbarisketika tangan direntang lencangketika badan ditegak kencangketika siku lengan ditekuk tegangketika merah putih dihormati ketika Indonesia Raya menggema kumandang Aku berdiri di sanamelihat anak-anak berbarisputih-merah seragamnyatubuh mungil menggemaskansikap lugu khas anak desaSELAMAT PAGI BAPAK DAN IBU GURUSalam khas di sekolah Berlarian tanda gembiraberebut duduk paling depanKetika diminta kenalkan dirimalu-maluContinueContinue reading “Kelas Putih-Merah”

Remang Air Mata

Senja baru saja menyapaunggas tak lagi saling menggoda di dedahanRerantingan masih bergoyangPertanda masih ada bayu menyelaAnak-anak berdendang Wajah girang tergambar jelasLompat dan loncat Berlarian dan berkejaranAnak anjing mengibaskan ekornyapada tuannya di emperan rumah Lonceng gereja ditabuhterdengar gema mengalunpenabuhnya menabuh perlahanpendengarnya membatin hitungpada hitungan kedua belaspengetahuan lokak berkata”Ada duka di kampung ini!”Siapakah gerangan? Seorang nenek telahContinueContinue reading “Remang Air Mata”

Di Titik Resahku

Seorang rekan guru menelepon saya. Kami berbincang santai sebagai sesama guru ketika kami ingat tugas pokok dan fungsi kami. Dalam perbincangan itu terasa begitu akrab bagai saudara yang sedang saling membagi kisah kenangan masa. Lalu pada titik waktu tawa dalam canda, secara tak saya sadari, saya ucapkan satu frasa seperti ini, “bagai sedang diredupkan.” SayaContinueContinue reading “Di Titik Resahku”

Adakah Pesannya?

Pagi tanpa nur di ufuk TimurDi tengah perubahan cuaca dan iklimLangit terus mencurahkan bilyunan butir airKecemasan akan bencana alam pada kaumKesigapan penanggulangan pada kaum peduliSampai di siniAku duduk meramu rasaAdakah pesan ekologis dan teologisketika musim tak pada masa normalnya?Kutadahkan tanganKurundukkan ragaKutundukkan rasaKuhadapkan asaHanya pada Sang Khalik semestaDia-lah Penata TataKehidupan AgungSegala sembah dan sujudDari segala makhlukHanyaContinueContinue reading “Adakah Pesannya?”

Duka dan Cuaca Beda

kabar-kabar duka sedang menggema, air mata tak dapat ditahan-tahankenangan pada sang jasa telah berjasadtinggallah di sini tapak berkisahbersama para petinggi dan pinggiranseparuh tiang bendera digerekhanya pada mereka yang melek jasaterasa lain pada bangsa besar inikarena bencana bagai mendekatketika cuaca dan iklim bukan pada waktunyaaku duduk ketika senja tibaberefleksi pada tugas di liburan sekolah Umi NiiContinueContinue reading “Duka dan Cuaca Beda”

Aksara dan Kata-kata itu

Senja datang lagiAku baru saja melihat jejeran aksaramereka membentuk barisan kata-katamereka mengurai rasa beriramamereka menukikkan ramainya nadamereka meliukkan olah gerak raga Senja menyapaAku melirik lebih cermat pada barisan kata-kata itumereka memamerkan sukses beranak pinak keangkuhanmereka mengetalasekan capaian berketurunan kepongahandi barisan lainnyamereka menaikkan tensi kecemasan dan kegalauanmereka mengibarkan bendera kemiskinan dan kemelaratanmereka melambai-lambaikan kecurangan dan kecelakaanContinueContinue reading “Aksara dan Kata-kata itu”

Hari ini Ada Kartini?

Hari ini, 21 AprilKenangan kembali membayangIbu Kita KartiniLagu para murid Sekolah Dasar Hari ini, 21 AprilSeorang Kartini dikenangCita-citanya diceritakanVisinya digemakan Hari ini, 21 AprilKaum perempuan bergirangKesetaraan gender didentingDiskursus publik riuh rendah Hari ini, 21 AprilAdakah Kartini barumenabuh genderang genderDi tengah bisingnya hoax dan persekusi? Koro’oto, 21 April 2022

Design a site like this with WordPress.com
Get started