sambungan kisah Arga Perjalanan Tanpa Peta Arga tidak tahu ke mana ia pergi. Ia hanya tahu satu hal: ia tidak bisa tinggal. Ia berjalan menjauh dari kampungnya yang telah berubah menjadi tanah lumpur dan puing. Jalan tanah, jalan batu, jalan aspal—semuanya dilalui tanpa tujuan pasti. Terminal kecil. Pelabuhan. Pasar-pasar. Kota-kota yang tidak bernama baginya. Wajah-wajahContinueContinue reading “Perjalanan tanpa Peta”
Author Archives: Heronimus Bani
Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor
Pukul sepuluh pagi, dan aroma ayam bumbu penyedap rasa makanan sudah menjelajah seisi lingkungan SD Negeri Marjinal. Aroma itu menyusup melalui celah-celah jendela, melintas pula untuk tersimpan pada dinding yang retak, dan menghias bau apek dari plafon yang selalu merembes setiap kali hujan turun. Di depan kelas, Pak Damar sedang menjelaskan hukum kekekalan energi. KapurContinueContinue reading “Perjamuan di Bawah Atap yang Bocor”
Negeri Meja Panjang
Di sebuah negeri bernama Meja Panjang, raja memerintahkan setiap anak diberi roti dari dapur istana. Roti itu disebut Roti Kehidupan. Rakyat bersorak, karena kelaparan adalah luka lama yang diwariskan turun-temurun. Namun dapur istana terlalu besar, tungkunya terlalu banyak, juru masaknya terlalu jauh dari mata raja. Api menyala di mana-mana, tapi pengawasan tak pernah benar-benar sampai.ContinueContinue reading “Negeri Meja Panjang”
Sungai yang Marah
Sungai yang Marah Sungai itu dulu tidak pernah marah. Ia mengalir pelan, tenang, membawa daun-daun gugur, lumpur halus, dan cerita kecil dari hulu. Anak-anak mandi di sana setiap sore. Perempuan mencuci pakaian di bebatuan datar. Lelaki menurunkan jala dan bubu, berharap ikan kecil yang cukup untuk makan malam. Airnya bukan sekadar air, ia adalah nadiContinueContinue reading “Sungai yang Marah”
Lukisan Pagi di Desa
Pagi di desa adalah lukisan hidup yang baru dibuka. Langit yang masih malu-malu menampakkan diri, perlahan menyibakkan tirai gelap malam dengan jari-jari sinar matahari yang hangat dan lembut. Setiap tetes embun menjadi kunci rahasia yang membuka napas bumi, menghembuskan udara sejuk yang meresap ke dalam pori-pori daun dan tanah. Kicau burung adalah simfoni alam yangContinueContinue reading “Lukisan Pagi di Desa”
Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua
Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua Di halaman sekolah yang baru saja disapu, sebatang puntung rokok beristirahat lebih tenang daripada nurani manusia. Asapnya menari pelan, seperti roh yang enggan pergi, mencari siapa yang paling suci untuk disalahkan. Kepala sekolah datang, wajahnya bagai pisau kecil yang setiap saatnya diasah oleh disiplin dan ikutannya. Di hadapannya berdiriContinueContinue reading “Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua”
Tuhan Peluk Aku Sebentar Saja
Gambar Ilustrasi: https://www.perplexity.ai/ Tuhan, peluk aku sebentar saja,Dalam sunyi malam yang merenda rindu,Ketika dunia lelah menekan lemah,Berikan aku hangat dalam pelukan-Mu. Sentuh jemari jiwaku yang terkikis waktu,Bisikan damai di antara isak yang tersembunyi,Biarkan hati berdetak dalam nafas-Mu,Sebentar saja, agar aku kuat kembali. Tuhan, peluk aku di tengah badai,Saat hati rapuh hampir terbelah,Jangan biarkan aku tenggelamContinueContinue reading “Tuhan Peluk Aku Sebentar Saja”
Retret: Pejabat Pemprov NTT Menista Kemiskinan
Masyarakat pedesaan di bibir jalan lux di atasnya mobil mewah; Ilustrator: Meta AI Ketika satu unit kapal besar bernama Nusa Tenggara Timur hendak berlayar, nakhoda dan para perwiranya memilih singgah sejenak di dermaga nyaman, membakar 1,6 miliar lilin untuk beristirahat. Di sisi lain, buritan kapal masih bocor, layar terkoyak, dan awak kapal di geladak berjuangContinueContinue reading “Retret: Pejabat Pemprov NTT Menista Kemiskinan”
Musibah dan Kepedulian
Catatan ini ditulis sesaat seorang rekan guru mengirim foto sebagaimana yang ditempatkan di sini. Kiriman foto itu disertai keterangan bahwa ada dua orang siswa yang terdampak musibah kebakaran. Guru dan siswa menggalang dana sedapat-dapatnya, lalu mereka mendatangi dua siswa itu dan orang tuanya untuk menyerahkan santunan. Di bawah langit biru yang menyimpan duka, Desa ManusakContinueContinue reading “Musibah dan Kepedulian”
Perpisahan dan Penyambutan
Foto: Panitia Pisah-Sambut Dua orang pelayan GMIT di Klasis Amarasi Timur bertemu di Jemaat Rehobot Neke desa Apren Kecamatan Amarasi. Pelayan (pendeta) pertama akan bertugas ke jemaat berikutnya, sementara pendeta kedua akan memasuki area pelayanan di Rehobot Neke ini. Keduanya dipertemukan dalam satu ibadah yang disebut Pengutusan dan Perhadapan Pelayan GMIT dalam Klasis Amarasi TimurContinueContinue reading “Perpisahan dan Penyambutan”