Sungai yang Marah

Sungai yang Marah Sungai itu dulu tidak pernah marah. Ia mengalir pelan, tenang, membawa daun-daun gugur, lumpur halus, dan cerita kecil dari hulu. Anak-anak mandi di sana setiap sore. Perempuan mencuci pakaian di bebatuan datar. Lelaki menurunkan jala dan bubu, berharap ikan kecil yang cukup untuk makan malam. Airnya bukan sekadar air, ia adalah nadiContinueContinue reading “Sungai yang Marah”

Design a site like this with WordPress.com
Get started