Lelah

Lengang. Rasanya jangkrik pun telah tiba di liang istirahat. Tikus-tikus masih merayap hendak menemukan nutrisi malam. Kaum unggas antara lelap dan sadar berhubung sepoi-sepoi angin memainkan rerantingan dan dahan tempat bertengger. Aku belum mendengar suara makhluk malam. Baiklah itu tidak terjadi agar mitos tidak bergejolak di ritme kehidupan. Bila saja seekor burung hantu hendak memangsa,ContinueContinue reading “Lelah”

Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?

Libur hari raya keagamaan pada 28 Februari 2022. Hujan mereda, angin pun telah teduh. Pikap pengangkut hasil pertanian dari sekitar wilayah Kabupaten Kupang tidak banyak hilir-mudik. Pemotor sebagai jasa ojek berbaris dengan rona redup. Para penjaja sirih-pinang tetap pada posisinya. Bibir mereka tetap memerah, sambil menawarkan buah pinang hijau dan sejawatnya yakni sebatang sirih. KeduanyaContinueContinue reading “Istirahatkah Simpang Tiga Oesao?”

Di Sudut Kota Tua ini

Aku duduk di sini, di sudut kota tua dalam kota Kupang. Aku memasang indra perasa menerawang asa masa lalu. Manakala truk bermuatan beban berat dari desa memasuki kota, aku dan para sahabat menjulang di atasnya. Waktu telah bergulir pergi membawa asa dalam arahnya. Rasa itu masih terus ada di alur kisah. Kisah di antara gedung-gedungContinueContinue reading “Di Sudut Kota Tua ini”

Design a site like this with WordPress.com
Get started