Nada Pagi
Pagi-pagi,
Ebiet melantunkan nada-nada indah
Alunannya menghentak rasa naluri berdendang
Sekalipun parau suara milik tetanggaku.
Ia tak peduli nilai artifisial
Dendangan terus digaungkan
Di sela lonceng persekutuan doa
Aku segera meninggalkan ruang semediku
Di luar sana kicau burun bagai pajangan nada
Aku lambat-lambat mengamati sumber nada itu
Oh…
Di tenggeran ia mencengkeram erat dahan.
Memainkan paruh yang kaku tercondong
Nada siulan segera berhenti
Manakala ia mendapatkan seekor ulat bergizi
Ia menikmati nutrisi pagi ini
Sementara aku masih menikmati nada pagi
Dari Ebiet imitasi tetanggaku.
(Roni Bani)
Koro’oto, 25 Januari 2020