Aku dan adikku yang menjemput di sekolah tiba. Seperti yang sudah kukisahkan sebelumnya, aku menahan suara tangis dan derai air mata, sekalipun semestinya dapat kulakukan. Begitu pula pada adik-adik-adikku, para ipar dan cucu. Beberapa orang sudah mulai menangis. Mereka dari kalangan kami sendiri. Ada semacam babak ratap-tangis di kalangan orang Timor Amarasi. Aku sebutkan demikian,ContinueContinue reading “Tangisan Senin Itu”
Daily Archives: April 20, 2019
Ribet Dikebut Senin
Senin, hari terakhir ayah bersuara dalam nada serak berat. Ada keluh-kesah, gelisah dan cemas di wajahnya. Ia tak rela merepotkan anak dan cucu. Sekira jam 06.30 pagi, kudengar ayah berbicara dalam nada menyesal, ia telah merepotkan tiga anak yang menjagainya malam itu. Mereka harus mengurus “buangan” ayah di pagi itu. Suara serak ayah sungguh menyayatContinueContinue reading “Ribet Dikebut Senin”