Raja siang selalu tiada bergeser dari singgasananya. Bila rasa dan mata meyakini sang raja seperti bergeser, menurut para pakar, hal itu terjadi karena ada rotasi dan revolusi bumi padanya. Ia selalu mendapati makhluk manusia dalam kesibukan pada situasi manapun. Dulu sang mentari malu pada perempuan Timor. Mengapa? Bertahun-tahun lampau kaum Hawa di Timor selalu lebihContinue reading "Mentari Pagi pun Malu"
destar tanpa ide
Aku tinggalkan ruang inspirasi. "Maaf lampu, kebetulan kau padam. Padamlah! Dan kau laptop, biar kau istirahat dari setrum dan pijitan jemariku! Kau android kecil, kau boleh tersenyum tak berbeban pagi ini!" Aku tiba di halaman belakang rumahku. Di sana aku sambangi pohon asam dan alpokat. Keduanya berbuah cukup banyak. Alpokat tersisa beberapa buah setelah rontokContinue reading "destar tanpa ide"
ketika rinai memercik
Ketika Rinai Memercik Rinai memercik rerumputan manakala remang petang tiba.Lelehan satu titik bersambungan pada titik berikutnyaNampak bagai liur memercik keluar dari menganganya mulutdi sana, hendak terukir lukisan bernas pada lempengan kulit keemasan. Tersipu mengelus setitik rinai di permukaan ituJengah rasa ini mendekat ketika kerling menggodaRikuh menyodorkan satu belahan tapak tangan menyentuh arimonyos memerah wajah hendakContinue reading "ketika rinai memercik"
ketika di remang petang
Ketika di Remang Petang Langit selatan berubah warna kemerahan menjadi keemasan. Indah tanpa sapuan kuas pewarna. Siapa yang naik ke sana memberi nuansa warna itu? Tidak ada seorang pun yang tiba di sana. Setiap remang petang tiba, di lereng dan puncak-puncak bukit pemandangan menarik nan elok. Ketika di bibir pantai orang duduk menunggu saat bulatanContinue reading "ketika di remang petang"
LIMA BELAS APRIL DUA RIBU SEMBILAN BELAS
Seorang Feisbuker bernama Imelda Vinitus Kapitan mengunggah kembali apa yang ditulisnya pada 15 April 2019. Dia seakan mengingatkanku tentang satu hingga tiga hari teramat berat pada kami komunitas keluarga yang dalam Umi Nii Baki. Catatannya sebaagai berikut:Bahkan sampai hari inipun aku tak tahu siapa nama beliau. Yang aku tau sering disebut Tungguru Agama. Lahir diContinue reading "LIMA BELAS APRIL DUA RIBU SEMBILAN BELAS"
pagi yang lambat
Angin pagi menyibak mega. Suasana pagi di desa masih seperti kemarin. Pepohonan berdaun hijau ditimpa cahaya mentari pagi keemasan. Kemilau indah manakala menubruk berkas-berkas embun di rerumputan. Aku masih berdiam durja. Gerangan apa yang hendak dapat kuperbuat saat ini? Lambat...! Aku terlambat bangun. Pagi telah lebih dahulu tiba di titik awalnya.Ia mengerlingkan mata sambil menyunggingContinue reading "pagi yang lambat"
API DI MATAMU
Malam telah larut, siapa di antara para Sahabat yang masih menyalakan api kehidupan di matanya?Bila masih ada, mungkin mereka merindukan gurauan malam.Bila sudah tak ada, mungkin mereka telah tiba di bilik malam.Di bilik malam, di sana ada rajutan keheningan …
bercanda dengan siang
Surya pagi telah tiba. Ia merayap perlahan bagai di pendakian bukit menuju Fatule'u atau Mutis. Tak ada penghalang rintang di atmosfer. Ia raja di singgasananya. Gagah dengan aksesori kemuliaan mengiringi wibawa dan wajah yang teguh. Makin ke atas rupa sangar tak dapat ditepis. Gerah tak terhindarkan dalam gerakSenyum bukan pada mata sipit yang senyapKerut rupaContinue reading "bercanda dengan siang"
DAN CAPUNG ITU
Aku tertegun sesaat. Aku tinggalkan ketermenunganku di bibir sumber air itu. Kini pandang indra penglihatan kuarahkan kepada seekor serangga. Agar tidak nampak ketololanku pada Lelaki Timor itu di Sumber Air, maka aku pindah posisi duduk. Pandanganku mengikuti kemana arah terbangnya serangga yang satu ini. Capung. Ia terbang rendah dengan tubuh langsing menjadikannya amat ringan. PastilahContinue reading "DAN CAPUNG ITU"
mengapa tuhan?
Hari-hari sedang berlalu dengan nada yang dimainkannyanada keceriaan ia gantikan dengan keresahannada berjingkrak ia gantikan dengan merayap jongkokmars dengan tempo cepat melengking ia ganti senyap bak keroncongseluruh nada kehidupan ia tempatkan di bawah ketiaknya. "Mengapa Tuhan memberi peluang padanya?" itu tanyaku. "Kau hidup beriman. Imanmu tak kau arahkan pada-Ku.Mulutmu berbusa mengulang kata ayat kitab suci,SikapContinue reading "mengapa tuhan?"