Akhir Juli hingga awal Agustus 2019 satu Tim dari Unit Bahasa dan Budaya GMIT dikirim untuk mengikuti suatu workshop di Universitas Payap Chiang Mai Thailand. Ketika kegiatan itu berakhir tim kecil ada saja catatan yang tercecer dalam perjalanan yang saya tulis di dinding akun feisbuk (FB) yang saya kelola. Pagi ini ketika saya membuka android,Continue reading "Ceceran di Perjalanan Pulang"
Dua Nada Minor
Seorang bapak mengidap penyakit ginjal sehingga paramedis memutuskan untuk melakukan terapi cuci darah. Cuci darah membantu menggantikan fungsi ginjal agar tubuh tetap memiliki keseimbangan fungsi. Itulah sebabnya bapak yang satu ini selalu harus ke rumah sakit untuk melakukan terapi itu. Ia selalu didampingi isteri dan anggota keluarga yang bergantian membantunya. Empat bulan berselang proses itu terusContinue reading "Dua Nada Minor"
Siswa Menulis untuk Kado Diri Sendiri
Pada 11 April 2017 sampai dengan 11 April 2021 saya telah bertugas di SD Inpres Buraen Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, NTT. Banyak sudah pengalaman khususnya pada literasi dalam pengertian sempit, membaca dan menulis baik pada guru maupun siswa. Pada mulanya saya mendorong para siswa kelas 5 dan 6 untuk rajin membaca dan menulis sedikitContinue reading "Siswa Menulis untuk Kado Diri Sendiri"
Menulis Puisi Sebagai Tanda Turut Berdukacita
Kematian terjadi kapan saja, dimana saja, dan pada siapa saja. Kematian tidak bertanya kesiapan dan persiapan menghadapinya. Ia datang sesaat. Mereka yang mengalaminya tertegun, menangis dan meratap sesaat, lalu mengenang peristiwa itu untuk waktu yang tak terbatas. Saya mempunyai paling kurang empat catatan duka dalam bulan Juli 2021 ini. Satu terjadi di desa (kampung) kami.Continue reading "Menulis Puisi Sebagai Tanda Turut Berdukacita"
Management FB Mengingatkan
Sesungguhnya saya sudah lupa pada puisi yang saya tulis dua tahun lampau ketika kami berada di Chiang Mai, Thailand. Saat itu kami mengikuti suatu workshop dalam rangka menyiapkan materi ajar pada anak-anak PAUD dan TK berbasis budaya dan bahasa daerah. Workshop ini diadakan oleh Universitas Payap. Kami pergi sebagai utusan dari Unit Bahasa dan BudayaContinue reading "Management FB Mengingatkan"
Catatan Anak Kampung pada Hari Anak Nasional Nun Jauh di Kampung
Jumat (23/07/2021), Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (MS GMIT), Pdt. Dr. Mery Kolimon menulis pada dinding facebook yang dikelolanya, sebagai berikut Selamat Hari Anak Nasional untuk anak-anak Indonesia, untuk anak-anak GMIT. Tahun ini ada banyak kesedihan karena sakit, karena kematian. Kami berdoa anak-anak tetap kuat. Tetap optimis bahwa masa depan akan lebihContinue reading "Catatan Anak Kampung pada Hari Anak Nasional Nun Jauh di Kampung"
Dua Puisi Satu Nuansa
Dua Puisi Satu Nuansa Hari ini, Sabtu (24/07/21) saya ke kota Kupang. Tujuan ke sana untuk mendapatkan pemeriksaan pada mata sehingga memungkinkan untuk boleh berkacamata. Surat rujukan dari Puskesmas Sonraen telah diambil semalam untuk mendaftar pada pagi hari ini. Sang sulung dan temannya mendaftarkan saya pagi ini. Saya mendapat nomor antrian ke-12. Saya tiba diContinue reading "Dua Puisi Satu Nuansa"
Ada Apa di 5 Juli ini?
Hari ini rasanya ada begitu banyak hal terjadi di sekitar kami. Tapi, baiklah kusingkatkan saja. Pertama, kami menerima layanan Firman Tuhan dalam ibadah komunitas rayon. Tema utama/sentral dalam bulan ini mengenai pendidikan. Suatu tema yang varian redleksinya terasa saling berbeda pada satu pijakan ayat Firman Tuhan. Kedua, masih dengan tema pendidikan, namun ini dalam suatuContinue reading "Ada Apa di 5 Juli ini?"
Hendak Diapakan Mereka?
Semenjak saya menjadi penyintas covid-19 saya kembali ke dalam rutinitas tugas: di rumah, sekolah, kehidupan bermasyarakat dan berjemaat. Tidak hanya itu, saya tetap menulis apa yang dapat ditulis. Oleh karena itu saya mencoba memberi tantangan pada diri sendiri untuk menulis puisi setiap hari paling kurang selama 20 hari. Upaya itu sudah saya ceritakan pada tulisanContinue reading "Hendak Diapakan Mereka?"
Tantangan Menulis Puisi Pagi
Sejak 11 Juni 2021, sehari setelah tahun barunya penolong hidup, pendamping, kekasih dan belahan jiwa, saya memutuskan untuk menulis puisi setiap pagi. Saya memberi tantangan pada diri sendiri apakah mungkin dalam waktu di atas 20 hari saya dapat bertahan untuk menulis puisi setiap pagi? Saya mulai mencobanya. Setiap pagi antara pukul 06.00 - 08.00 WITaContinue reading "Tantangan Menulis Puisi Pagi"
You must be logged in to post a comment.