Kewer-kewer, nyaris putus Ketika sore menyongsong Kaum penghantar ipteks bergoyang riang Menghalau resah, ribet, loyo nan layu Tetangan meliuk berlauk ilmu Kaki menghentak berkehendak pengetahuan Kepala mengangguk mengusir kantuk Perut menggelembung berisi cairan berlemak Akh… Mereka bagai cacing kepanasan Akh … Tidaklah demkian, Mereka sedang bergirang riang belaka Tapi… Rona dan gesture berkisah riang semu.ContinueContinue reading “Kewer-Kewer, nyaris putus”