Kemarin

Kemarin Kemarin satu waktu berlalu, ia pergi membelakangiku, ia tak sudi sekedar menoleh padaku yang rindu memeluknya. Ia pergi membawa sebahagian ingatan dan kenangan. Aku di sini antara ingat dan lupa, entah kenangan mana yang akan tergenang di pelupuk. Entah ingatan mana yang kukenang di benak. Kemarin, kau telah menorehkan cerita cinta. Cinta kami padaContinueContinue reading “Kemarin”

Design a site like this with WordPress.com
Get started