Hari Kesembilan Isolasi Mandiri

Sesungguhnya hari ini saya merasa tidak ada hal yang perlu untuk ditulis. Saya tidak melakukan banyak hal di rumah, kecuali mengikuti ibadah pagi, makan dan telan obat, berjemur, dan berdiskusi ringan-ringan saja dengan sahabat-sahabat melalui aplikasi WhatsApp. Selebihnya saya membaca dan memberikan semacam sentuhan akhir pada bakal buku dari seorang rekan guru di Kabupaten Kupang.ContinueContinue reading “Hari Kesembilan Isolasi Mandiri”

Hari Ketujuh berada di “Kandang” Isolasi Mandiri

Hari ini, Kamis (13/05/21), saya jalani dengan tetap berada dalam “kandang” isolasi mandiri. Sehebat-hebatnya “kandang” ini mengkerangkeng badan ini, saya tetap harus keluar untuk berjemur. Tidak ada cahaya matahari pagi yang seluruhnya dapat mengenai tubuh saya di dalam kamar sekalipun cahaya itu masuk melalui jendela. Ketika pagi tiba pada pukul 06.00 WITa, lonceng gereja telahContinueContinue reading “Hari Ketujuh berada di “Kandang” Isolasi Mandiri”

Hari Keenam Isolasi Mandiri di “Kandang”

Hari keenam tiba. Pukul 06.00 WITa di kampung Koro’oto telah diadakan ibadah pagi yang berpusat di gedung gereja. Di rumah-rumah anggota jemaat mereka mengikuti ibadah ini dengan mendengarkan suara dari pengeras suara yang dipasang di puncak menara gedung gereja. Salah satu item yang diperdengarkan yakni refleksi yang saya sudah rekam dan kirimkan. Seluruh isi rekamanContinueContinue reading “Hari Keenam Isolasi Mandiri di “Kandang””

Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (4)

Hari Keempat Pada hari keempat saya harus menjalani isolasi mandiri ini. Sekalipun saya berada di dalam kamar tidur, rasanya saya tidak sendirian. Para sahabat yang mengikuti perkembangan keberadaan saya di “kandang” ini terus mensuport. Seorang di antara para sahabat itu mengingatkan saya tentang istirahat. Revo pun pernah beristirahat. Wah, ingatan sahabat yang satu ini mengantarContinueContinue reading “Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (4)”

Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (3)

Hari Ketiga Menjelang pukul 05.00 WITa, pengeras suara yang dihubungkan dengan perlengkapan lainnya di dalam gereja telah dihidupkan. Lagu-lagu pujian kepada Tuhan dilantunkan. Lonceng gereja ditabuh oleh petugas gereja yang disebut Koster. Sudah menjadi tradisi bahwa lonceng gereja ditabuh pada pukul 05.00 untuk mengingatkan bahwa hari Minggu telah tiba, ibadah (kebaktian/misa) kepada Tuhan segera akanContinueContinue reading “Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (3)”

Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (2)

Hari Kedua Sebelum saya melanjutkan tulisan tentang isolasi mandiri hari kedua, baiknya saya mundur sejenak untuk sisa hari pertama yang rasanya menarik. Setelah unggahan artikel pertama, ternyata banyak sahabat dan kerabat yang merespon. Ada yang menulis di kolom komentar blog, ada pula yang menulis di WAG atau jaringan pribadi. Rerata semua memberikan suport dan doa.ContinueContinue reading “Isolasi Mandiri di “Kandang” Sendiri (2)”

Design a site like this with WordPress.com
Get started