Evakuasi

“Selamat datang di tanah air. Selamat berkumpul bersama keluarga.” Demikian akhir pernyataan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Evakuasi. Perang. Konflik. Diplomasi. Buka-tutup pintu masuk-keluar. Pemeriksaan dokumen keimigrasian. Peran individu dan institusi negara dalam negeri, luar negeri. Warga negara selamat, tujuan evakuasi. Evakuasi. Banjir melanda kota. Warga kota terseret banjir. Pemukiman tergenang. Kerugian material, butuhContinueContinue reading “Evakuasi”

Di Sudut Kota Tua ini

Aku duduk di sini, di sudut kota tua dalam kota Kupang. Aku memasang indra perasa menerawang asa masa lalu. Manakala truk bermuatan beban berat dari desa memasuki kota, aku dan para sahabat menjulang di atasnya. Waktu telah bergulir pergi membawa asa dalam arahnya. Rasa itu masih terus ada di alur kisah. Kisah di antara gedung-gedungContinueContinue reading “Di Sudut Kota Tua ini”

Di Tangga Emosi

Sepasang unggas berkejaran tanpa peduli ancaman kecelakaan. Pejantan tangguh merebut canda kebahagiaan ketika Sang betina merundukkan rasa rindu. Canda keduanya berhenti sejenak. Kebahagiaan dibawa pada etalase semesta. Bayu mencium pasangan kekasih itu dan meneruskan lajunya. Ia tiada Sudi melirik walau sebentar saja. Sementara semak sekitar menari dipermainkan Sang Bayu. Dedaunan beterbangan menuju area tak terkira.ContinueContinue reading “Di Tangga Emosi”

Girang Merana

Suara itu sementara bersabda. “Dengarlah hai umat-Ku. Jadilah umat yang membawa sukacita dan kegirangan pada dunia!” Sabda itu diperdengarkan amat merdu ditingkahi redupnya rasa ketika dibungkus selaput kecemasan. Hujan diselingi angin. Angin menggelora bagai sedang menunjukkan emosi jiwanya. Pepohonan semak hingga rerumputan patuh pada perintahnya. Mereka meliuk-liukkan tubuh. Ada di antaranya yang merasa perlu berjungkirContinueContinue reading “Girang Merana”

Pagi yang Murung

Fajar pagi telah menghalau gulita malam. Ia tidak peduli pada pelukan eratnya. Gulita malam pun beranjak sambil meninggalkan selaput kedinginan. Bayu menggoda ari. Buku kuduk berdiri tak terhitung jumlahnya. Pori merapatkan bibir menghindari kecemasan. Fajar tersenyum di ufuk. Makin lebar senyumnya walau terhalang Mega bertimpukan dimana bayu pun hanya mampu menyapa tanpa menyapu. Semuanya berlangsungContinueContinue reading “Pagi yang Murung”

Butiran Rasa

Butiran yang tiada terhitung jumlahnya terus mengguyur permukaan bumiBagai tak sudi memberi ruang dan peluang agar makhluk beriak Sahabat karibnya terus menunjukkan wajah gelapMenutupi bintang gemintang yang sebentar lagi muncul. Siapa di antara kita yang akan mengusik dan mengusir mereka?Malak dan makhluk bersatu padu tak kuasa padanyaIlmu penolak bala pun tak berkutik dibuatnyaPawang bertopeng kemurkaanContinueContinue reading “Butiran Rasa”

Kupu, Ayam dan Jangkrik

Sumber Gambar: Istimewa dari Ruang Publik Tiada kupu-kupu yang menyaringkan suaranya manakala ia berhasil keluar dari bungkusan kepompong yang kasar jasadnya, namun keindahan dirinya dikagumi manakala ia terbang meliuk di bebungaan. Seekor ayam betina bertelur sebutir di sarangnya lalu mengepakkan sayapnya, terbang turun ke sekeliling sambil menggemakan suaranya. Saat itu pejantan tangguh pun ikut terperangahContinueContinue reading “Kupu, Ayam dan Jangkrik”

Adakah Hati Hari ini?

Kemarin lusa terdengar gelegar kabar berbau amisKemarin menggema berita beraroma sorak gempitaKaum intelek menabuh gendang di pentas polemikBirokrat dan teknokrat ditarik ke atas panggung argumentasiDi sana ada gaya tarik-menarik kepentinganMembopong tanya dapatkah kujebloskan mereka pada pasal rasuah? Akh … . Data dan fakta akan berbicara sambil berwacana di ruang publikEntah itu menjadi bukti otentik orisinilContinueContinue reading “Adakah Hati Hari ini?”

Irama Insan Kota Kecil ini

Puisi dalam perjalanan menuju kota So’e. Jalan di perjalananLumpur di jalanan|Becek di hamparan Hujan BanjirGenangan BerserakanSampah plastikSampah rumah tanggaSampah warungSampah pertokoanBau busukComberan ikan dan dagingSesaklah insan di emperanBarang sarat pada kendaraanOrang penuh tanpa rintanganBerjejeranBerdesakanBersenggolanBerpapasanSalam temuSalam pisah SadarAkhir tahunPintu masa akan tutupBerbondonganBerombonganBergerombolan Ada gayaTersenyumTertawaTerbahakTerpingkal Ada payahMurungLabilKecewaGundah Di sanaInsan berseragamNecis licinRambut lurusKeriting pun lurusMenenteng belanjaanMembuka pintu mobilMelepas sampahTak berdosaContinueContinue reading “Irama Insan Kota Kecil ini”

Nyaris tiba di Batas Pengabdian

SahabatApakah kata yang tepat untuk menggambarkan keberadaanmu?Kau telah ada pada pangkuan ibundamuKau telah menjadi bagian yang memberi harapan pada orang tuamuKau telah mewujudkan harapan itu dalam wujud karya bermakhotaKau telah memberi kebanggaan pada seisi rumahmu dan kerabatmu. SahabatPengetahuan, ketrampilan, dan keberanian modalmu ke perantauanKau raih mimpimu di perantauan Timor TimurKau dekap dalam cinta yang tulusContinueContinue reading “Nyaris tiba di Batas Pengabdian”

Design a site like this with WordPress.com
Get started