Menanti di sini, menunggu di sini. Hari ini, hari merdeka, hari sukacita, hari kebebasan, Masa berolah pikir, masa berkreasi, masa berinovasi, masa berkarya, Saatnya muncul, saatnya tampil Tunjukkan,Acungkan,Buktikan,Nyatakan,Umumkan, Dunia menantimu, kreasimu, inovasimu. Tesbatan, 13 Agustus 2022
Category Archives: Puisi
Menoleh Pada Merdeka
Puisi dalam rangka Hari Proklamasi Kemerdekaan NKRI ke-77 Menoleh pada Merdeka Aku berdiri di siniPada titik waktu iniPada tanggal bersejarah kiniPada momentum keramat iniBangsa dan negara iniMasyarakat dan warganya kini Oh… Ketika aku menolehJauh di belakang sana tertorehUsaha dan kerja keras bersejarahBersama para pejuang berdarahBersemarak ragam pikir resahKoloni dan imperialis menjajahkaum lemah terjepit dan dijarahhinggaContinueContinue reading “Menoleh Pada Merdeka”
Pantun Senja
Seorang rekan guru menelepon saya beberapa hari lalu. Ia meminta agar saya mengucapkan pantun-pantun padanya. Di seberang telepon ia mengatakan, “Saya sedang memegang pensil dan kertas, siap menulis, pak!” Saya tidak menyanggupi karena sedang tidak enak badan. Rupanya hawa panas aspal yang disusupi polusi asap dari kendaraan menjadi penyebabnya. Saya janjikan akan menulis hari berikutnyaContinueContinue reading “Pantun Senja”
Lambat
LambatLambantiba dengan lekasbergegas gas-gasbagai sedang kebuthindarkan nama disebutLalu lambai-lambaianrona dan gesturtampak tak lengahtampak tak loyotampak tak luluhtampak tak lembab Ayo …mari tepat waktuha ha ha…. Nekmese, 04 Agustus 2022herobani68@gmail.com
Mentari Menari
Mentari sedang menaribermusik angin,desingan dedaunan,kicau burung,dan deru mesin modernpada varian produknyaBeraksesori rona kemegahankejayaan dan kebanggaandalam kompetisi maju bersama. Aku duduk di sinimenikmati dalam rasa dan asamendayu bersama kaum pekerjarutinitasMungkinkah mentariakan berhenti menarisaat negara dan bangsa inisedang berada dalam ritmeipoleksosbudhamkamnya? Oelamasi, 3 Agustus 2022herobani68@gmail.com
Berdiri
di sini, aku berdiri, pada kaki sendiri, menyangga tubuh sendiri, mencoba berdayakan diri, menggali potensi diri, dengan opini diri, hendak mencapai cita dan citra diri dengan daya dan gaya mandiri dapatkah itu terjadi tanpa diri yang lain? Tidak demikian. Di sini dan di sana ada diri dan pribadi lain berdiri pada diri sendiri, mengulur tanganContinueContinue reading “Berdiri”
Puisi Tiga Untai
Malam baru saja tiba di sekitaran empat bagiannya. Seorang sahabat meminta agar saya menulis puisi dalam bahasa daerah untuk anak-anak diikuti terjemahannya. Saya belum menyanggupinya. Lalu kami bercerita pasal-pasal sesukanya, sampai lahir puisi pertama Dunia bukanlah akuaku duduk di sinimelihat dan mendengarmencicip dan merasaentah indah atau burukentah manis atau pedisberagam rasa ada di sanasepatasampahitasinentah adaContinueContinue reading “Puisi Tiga Untai”
Koreksi Puisi
Seorang sahabat menulis puisi pendek untuk mengenang anggota keluarga yang meninggal dunia. Ia mengirimkannya pada saya, kemudian meminta untuk mendapatkan koreksi. Puisi itu seperti ini: KakakkuTak pernah kudugaTak pernah kusangkaKepergianmu bgitu cepatTakdir menjemputMenghadap sang IlahiKasihmu sayangmuMelekat di sanubariSlamat jalan kakakku Setelah membaca saya mengoreksi dengan menambahkan seperti ini: Kakak,pikirku dan batinkumasa hidup bagi kita ituContinueContinue reading “Koreksi Puisi”
Galau Semesta
Alam semesta entah membentang lingkar, entah melintang sikuDi sana ragam gaya bentangan dan lintanganDi sana ada daya menahan beban dan melepas bebasDi sana gema dan gaung bergemuruh mengantero ruangDi sana ritme dan resonansi memekakkan telinga dan meneduhkan rasaDi sana ada irama berbirama dalam bhineka trik dan intrik bergincu Ketika galau menjadi gaulKetika cemas menjadi culunKetikaContinueContinue reading “Galau Semesta”
Remah Senja
Rerantingan kering patah, rerumputan kering menyembulkan bunga api. Dedaunan kering bernyanyi di bawah injakan tapak. Bebungaan tersenyum manakala senja tiba, mereka segera melipat makhota menunduk hormat pada Sang Khalik. Aku duduk di sudut keremangan senja jadi saksi sambil memilih remah-remah senja ini. Umi Nii Baki, 24 Juli 2022 herobani68@gmail.com