Serial Tulisan Hukum Adat (2)

‘Soko-Noo’, Hukum Adat Menjaga Keseimbangan Alam (2) Pengantar Kemarin saya mengetengahkan hukum perkawinan yang mungkin masih akan terus berkembang bila didiskusikan. Istilah-istilah yang digukan dalam seremoni perkawinan menurut hukum adat a-la orang Amarasi Raya hampir selalu berubah, termasuk di dalamnya perubahan bila menggunakan pendekatan maso minta, meminang. Ada istilah Ripa’-Oko’ yang isinya sama dengan meminang. Sayangnya, seringkali maso minta atauContinueContinue reading “Serial Tulisan Hukum Adat (2)”

Seri Tulisan tentang Hukum Adat

Hukum Adat a-la Atoin’ Meto’ Amarasi Raya (1) Heronimus Bani Pengantar Hari Minggu, (8/9/19), seorang mahasiswa sekolah tinggi hokum mendatangi saya untuk berdiskusi setelah semalam sebelumnya ia mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp. Kami berdiskusi tidak seberapa lama berhubung kami mengalami kebingungan tentang materi yang ia bawa sebagai tugas dari dosen yang menugaskan. Menariknya diskusi yangContinueContinue reading “Seri Tulisan tentang Hukum Adat”

Polemik

Pengantar Kira-kira menurut pembaca, sejak kapan orang mulai berpolemik? Titik berangkat sejarah berpolemik itu terjadinya kapan, dan dimana? Mungkin ada yang dapat menjelaskannya. Saya mencoba mencari-cari mungkin ada yang disebut sejarah polemik, tapi belum menemukannya. Lalu saya mulai menyadari bahwa polemik terjadi ketika bahasa manusia saling berbeda, mereka sudah tidak lagi satu kata dan akta,ContinueContinue reading “Polemik”

Hau Monef; 3 in 1, 1 in 3

Pagi-pagi ini (25/07/19) saya berdiskusi sambil lalu saja dengan teman sekamar, bapak Drs. Amos Sir, pensiunan guru (PNS). Satu hal menarik yang disebutkan oleh beliau tentang sikap hidup dan kehidupan orang beragama, khususnya di Nusa Tenggara Timur. Kami berdua mesti jujur bahwa kami sama sekali tidak punya pengetahuan teologis. Akan tetapi, pengetahuan praktis yang tidakContinueContinue reading “Hau Monef; 3 in 1, 1 in 3”

Question Board

Chiang Mai-Thailand, (24/07/19), Pembaca yang berprofesi sebagai guru tentu tidak kaget dengan judul ini. Lagi-lagi saya terpaksa menggunakan Bahasa Inggris bukan untuk gagah-gagahan. Saya coba terjemahkan menjadi Papan Pertanyaan terasa seperti kurang tepat. Walau begitu kira-kira mesti demikian. Jujur saja saya tidak mengetahui secara persis kapan Question Board dipakai. Dalam pengalaman sebagai guru di pedalamanContinueContinue reading “Question Board”

Sequence Pictures

Chiang Mai-Thailand, teresnews.com (24/07/19). Pembaca jangan terjebak dengan judul yang tertulis seakan-akan penulisnya seseorang yang sudah sangat mahir berbahasa asing. haha… Terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia, gambar urutan atau gambar berurutan. Lho… ada apa koq pagi-pagi mau menulis artikel tentang gambar berurutan (sequence pictures)? Ya, daripada bengong menunggu jadwal lokakarya (workshop) hari ketiga yang akanContinueContinue reading “Sequence Pictures”

Berjibun Kesibukan Guru

Semua lembaga pendidikan formal pendidikan dasar dan menengah di NKRI, baik yang berada di bawah Kemendikbud yang diserahkan pengelolaannya pada Pemprov, serta Pemkab, Pemkot, atau yang berada di bawah Kemenag pada setiap akhir tahun pelajaran, mereka sibuk menuju hari terakhir itu. Hari terakhir itu ditentukan dalam kalender akademik sebagai hari pembagian laporan pendidikan dan pengumumanContinueContinue reading “Berjibun Kesibukan Guru”

Guru dan Siswa Merokok di Sekolah, Siapa yang salah? (2)

Pengalamanku dan Keputusan Berhenti Merokok Dalam tulisanku ini, aku hendak mengisahkan sedikit pengalaman ketika aku pernah menjadi perokok aktif dan bagaimana pengambilan keputusan untuk berhenti dari ketergantungan pada rokok. Aku merokok ketika memasuki umur ke delapan belas. Pada waktu itu, aku merasa sudah pantas atau layak menikmati rokok. Mengapa? Saya selalu ingat, kata orang-orang ketikaContinueContinue reading “Guru dan Siswa Merokok di Sekolah, Siapa yang salah? (2)”

Lestarikah Bahasa Daerahmu?

Ketika menyajikan materi di 7th International ENUS Conference Pengalaman ketika mengikuti 7th International East Nusantara Conference yang dihelat oleh Universiteit Leiden, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dan University of Hawai’i saya coba rangkum dalam tulisan sederhana ini. Tentu tulisan ini tidak seratus prosen merepresentasikan pengalaman ini, karena keterbatasan yang penulis miliki. Saya mulai dari peryataanContinueContinue reading “Lestarikah Bahasa Daerahmu?”

Design a site like this with WordPress.com
Get started