Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua Di halaman sekolah yang baru saja disapu, sebatang puntung rokok beristirahat lebih tenang daripada nurani manusia. Asapnya menari pelan, seperti roh yang enggan pergi, mencari siapa yang paling suci untuk disalahkan. Kepala sekolah datang, wajahnya bagai pisau kecil yang setiap saatnya diasah oleh disiplin dan ikutannya. Di hadapannya berdiriContinueContinue reading “Duta Rokok Negeri Plus Enam Dua”