Dalam nada Getir ini

Aku hendsk melewati malam yang disediakan Sang Khalik semesta dengan merebahkan raga. Saat itu desis alat komunikasiku terdengar. Lalu, kubangunkan raga dan menyalakan pelita tubuhku agar teranglah baris-baris kabar tertulis dan terurai. Baris-baris aksara itu bercerita sambil melepas air mata. Aku tertegun sejenak, selanjutnya larut dalam rasa duka yang dialami sahabat rasa saudara kandung. KamiContinueContinue reading “Dalam nada Getir ini”

Design a site like this with WordPress.com
Get started