Pantun Senja

Seorang rekan guru menelepon saya beberapa hari lalu. Ia meminta agar saya mengucapkan pantun-pantun padanya. Di seberang telepon ia mengatakan, “Saya sedang memegang pensil dan kertas, siap menulis, pak!” Saya tidak menyanggupi karena sedang tidak enak badan. Rupanya hawa panas aspal yang disusupi polusi asap dari kendaraan menjadi penyebabnya. Saya janjikan akan menulis hari berikutnyaContinueContinue reading “Pantun Senja”

Design a site like this with WordPress.com
Get started