Malam baru saja tiba di sekitaran empat bagiannya. Seorang sahabat meminta agar saya menulis puisi dalam bahasa daerah untuk anak-anak diikuti terjemahannya. Saya belum menyanggupinya. Lalu kami bercerita pasal-pasal sesukanya, sampai lahir puisi pertama Dunia bukanlah akuaku duduk di sinimelihat dan mendengarmencicip dan merasaentah indah atau burukentah manis atau pedisberagam rasa ada di sanasepatasampahitasinentah adaContinueContinue reading “Puisi Tiga Untai”