Seorang sahabat menulis puisi pendek untuk mengenang anggota keluarga yang meninggal dunia. Ia mengirimkannya pada saya, kemudian meminta untuk mendapatkan koreksi. Puisi itu seperti ini: KakakkuTak pernah kudugaTak pernah kusangkaKepergianmu bgitu cepatTakdir menjemputMenghadap sang IlahiKasihmu sayangmuMelekat di sanubariSlamat jalan kakakku Setelah membaca saya mengoreksi dengan menambahkan seperti ini: Kakak,pikirku dan batinkumasa hidup bagi kita ituContinueContinue reading “Koreksi Puisi”