Seorang rekan guru menelepon saya. Kami berbincang santai sebagai sesama guru ketika kami ingat tugas pokok dan fungsi kami. Dalam perbincangan itu terasa begitu akrab bagai saudara yang sedang saling membagi kisah kenangan masa. Lalu pada titik waktu tawa dalam canda, secara tak saya sadari, saya ucapkan satu frasa seperti ini, “bagai sedang diredupkan.” SayaContinueContinue reading “Di Titik Resahku”