kabar-kabar duka sedang menggema, air mata tak dapat ditahan-tahankenangan pada sang jasa telah berjasadtinggallah di sini tapak berkisahbersama para petinggi dan pinggiranseparuh tiang bendera digerekhanya pada mereka yang melek jasaterasa lain pada bangsa besar inikarena bencana bagai mendekatketika cuaca dan iklim bukan pada waktunyaaku duduk ketika senja tibaberefleksi pada tugas di liburan sekolah Umi NiiContinueContinue reading “Duka dan Cuaca Beda”