Senja datang lagiAku baru saja melihat jejeran aksaramereka membentuk barisan kata-katamereka mengurai rasa beriramamereka menukikkan ramainya nadamereka meliukkan olah gerak raga Senja menyapaAku melirik lebih cermat pada barisan kata-kata itumereka memamerkan sukses beranak pinak keangkuhanmereka mengetalasekan capaian berketurunan kepongahandi barisan lainnyamereka menaikkan tensi kecemasan dan kegalauanmereka mengibarkan bendera kemiskinan dan kemelaratanmereka melambai-lambaikan kecurangan dan kecelakaanContinueContinue reading “Aksara dan Kata-kata itu”