Hening Dinihari

Gubuk kecil di lereng bukit itu hening. Wajah-wajah layu hendak menitikkan air mata akhirnya meledak pula suara dari bibir-bibir bergetar memecah hening dinihari. Sang ibu pergi untuk selama-lamanya. Anak-anak mengitari jasadnya, ditangisi dan diratapi. Kapankah akan bersua dengannya lagi? Dalam hal daur hidup, kematian itu suatu kepastian, kelahiran itu suatu keniscayaan. Kehidupan dengan segala trik-intrik,ContinueContinue reading “Hening Dinihari”

Design a site like this with WordPress.com
Get started